Emiten

Harga Tren Naik, Saham UNTR Akan Di-Buyback Rp 2 Triliun Mulai Hari Ini (1/4/2026)

Rabu, 01 April 2026 | 06:02 WIB
Harga Tren Naik, Saham UNTR Akan Di-Buyback Rp 2 Triliun Mulai Hari Ini (1/4/2026)

ILUSTRASI. Harga Tren Naik, Saham UNTR Akan Di-Buyback Rp 2 Triliun Mulai Hari Ini (1/4/2026)


Reporter: Avanty Nurdiana  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. PT United Tractors Tbk (UNTR) akan melakukan pembelian kembali (buyback) saham. Buyback berlangsung di tengah tren kenaikan harga saham blue chip ini.

Harga saham UNTR pada perdagangan Selasa 31 Maret 2026 di level 31.050, turun 75 poin atau 0,24% dibandingkan sehari sebelumnya. Namun selama sebulan terakhir, harga saham UNTR terakumulasi meningkat 2.350 poin atau 8,19%.

Manajemen perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan alat berat ini menjelaskan, buyback saham dilakukan untuk mendukung stabilitas dan dan keyakinan terhadap pasar modal Indonesia. 

"Pelaksanaan buyback saham ini demi meningkatkan nilai bagi pemegang saham dan mencerminkan kondisi fundamental UNTR,” jelas manajemen dalam keterbukaan informasi di BEI pada Selasa (31/3/2026). Anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) ini menganggarkan dana buyback saham maksimal sebesar Rp 2 triliun. 

Baca Juga: Banyak Dijual Asing, Analis Sebut Saham Blue Chip Ini Semakin Menarik Diakumulasi

Adapun ketentuan buyback saham adalah tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor. Jumlah saham free float setelah pelaksanaan buyback saham tidak akan kurang dari 7,5% dari modal ditempatkan dan disetor. Manajemen UNTR juga menegaskan jika buyback saham tidak berdampak material pada kinerja keuangan dan kegiatan usaha.

Periode pelaksanaan buyback saham selama tiga bulan dimulai pada 1 April 2026 sampai dengan 30 Juni 2026. “Perusahana yakin buyback sajam tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kinerja operasional dan pendapatan perusahaan karena perusahana saat ini memiliki kas dan modal yang cukup,” tegas manajemen. 

Per 31 Desember 2025, laba bersih UNTR Rp 15,2 triliun, total aset Rp 177,6 triliun dengan ekuitas Rp 103,1 triliun. Sehingga dengan asumsi buyback saham Rp 2 triliun maka total aset berkurang menjadi Rp 175,6 triliun dan Rp 101,1 triliun. 

“Buyback saham akan dilakukan pada harga yang dianggap baik dan wajar oleh perusahaan memperhatikan ketentuan yang berlaku,” ujar manajemen. Setelah berakhirnya periode buyback saham, perusahaan ini berencana untuk menyimpan saham yang telah dibeli kembali untuk dikuasai sebagai saham treasuri. 


 

Pidato Tegas Prabowo di Jepang: Indonesia Sudah Berubah Total!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru