Bursa

IHSG turun 2,78% dalam sepekan, kapitalisasi pasar tinggal Rp 6.832,58 triliun

Minggu, 23 Mei 2021 | 13:45 WIB   Reporter: Nur Qolbi
IHSG turun 2,78% dalam sepekan, kapitalisasi pasar tinggal Rp 6.832,58 triliun

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 2,78% sepanjang pekan yang berlangsung pada 17-21 Mei setelah ditutup ke level 5.773,12.  

Hal tersebut membuat kapitalisasi pasar saham juga berkurang sebesar Rp 196,06 triliun, dari Rp 7.028,64 triliun menjadi Rp 6.832,58 triliun di akhir pekan ini.

Meskipun begitu, rata-rata nilai transaksi harian bursa beserta jumlah dan volume transaksi justru menunjukkan kenaikan. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, rata-rata nilai transaksi harian sepanjang pekan ini meningkat 14,31% menjadi Rp 10,64 triliun dari Rp 9,31 triliun di pekan sebelumnya. 

Volume transaksi bursa juga meningkat 15,86% menjadi 15,67 miliar saham dari sebelumnya 13,53 miliar saham. Kenaikan juga terjadi pada rata-rata frekuensi harian, yakni sebesar 6,52%, dari 969.406 kali transaksi menjadi 1.032.644 kali transaksi.

Pada Jumat (21/5), terdapat dua pencatatan obligasi di BEI. Pertama adalah Obligasi Berkelanjutan V Mandiri Tunas Finance Tahap II Tahun 2021 dengan nilai nominal sebesar Rp 1,4 triliun. PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) memberikan peringkat idAA+ untuk obligasi ini dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berperan sebagai wali amanat.

Baca Juga: IHSG melemah 0,42%, Jumat (21/5), ini penyebabnya

Kedua adalah Obligasi I Adhi Commuter Properti Tahun 2021 dengan nilai nominal Rp 500 miliar. Hasil pemeringkatan dari PEFINDO untuk obligasi ini ialah idBBB (Triple B) dan PT Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten Tbk bertindak sebagai wali amanat.

Dengan begitu, total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun 2021 adalah sebanyak 31 emisi dari 25 emiten senilai
Rp 35,33 triliun. 

Sementara total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI sampai dengan saat ini berjumlah 479 emisi yang berasal dari 129 emiten dengan nilai nominal outstanding Rp 435,27 triliun dan US$ 47,5 juta.

 

Selanjutnya: PGN bakal pasok gas untuk Kawasan Industri Kendal dan Kawasan Industri Terpadu Batang

 

Editor: Anna Suci Perwitasari
Terbaru