Janji Beri Dividen Tunai 60% di 2023, Ini Alasan Puri Sentul Permai (KDTN)

Minggu, 13 November 2022 | 07:00 WIB   Reporter: Nurtiandriyani Simamora
Janji Beri Dividen Tunai 60% di 2023, Ini Alasan Puri Sentul Permai (KDTN)


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) menjanjikan akan membagikan dividen maksimal 60% kepada investor sebagai apresiasi tahun pertama melantainya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Rencana ini akan direaliasikan pada pembagian dividen di tahun 2023 mendatang.

Direktur PT Puri Sentul Permai Tbk. Aan Rohanah mengatakan, selain pembagian dividen, perseroan juga memastikan bagi para investor yang membeli saham ketika penawaran umum perdana saham lalu juga akan diberikan Kedaton8 Family Club atau member Kedaton Hotel, di mana sejumlah fasilitas menarik dapat dinikmati di seluruh hotel milik Perseroan nantinya.

“Puji syukur saya atas berjalannya proses IPO PT Puri Sentul Permai Tbk. Untuk itu saya berharap pemegang saham yang sudah masuk dalam saham kami dapat keep it and then keep buying. Apalagi kami sudah mencatat pembukuan keuntungan tahun ini dan kami akan sepakat dengan Komisaris untuk mulai memberikan dividen tunai 60% kepada pemegang saham,” kata Aan dalam keterangan resminya, Sabtu (12/11).

Baca Juga: Resmi Melantai di BEI, Begini Rencana Pengembangan Puri Sentul Permai (KDTN)

Pada penawaran perdana saham lalu, harga final yang ditetapkan oleh Perseroan adalah Rp150 per saham dengan jumlah saham yang ditawarkan mencapai 250 juta. Saham tersebut mewakili sebanyak-banyaknya 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah penawaran umum perdana.

Dengan harga dan jumlah saham tersebut Perseroan memperoleh dana sebesar Rp37,5 miliar. Dana dari hasil IPO tersebut, sebesar 86,56% akan digunakan untuk membangun 5 outlet hotel di rest area, 5,97% untuk membangun 2 unit Suite Room, 2,99% untuk pembiayaan pengembangan management system & ICT dan 4,48% untuk modal kerja.

Sisi lain, perseroan juga mengeluarkan Waran, setiap 5 saham akan mendapatkan gratis waran seri 1 yang nantinya bisa ditebus Rp180. Adapun target dari waran yang terkumpul sebesar Rp9 miliar akan digunakan untuk modal kerja perseroan dalam pengembangan bisnis Kedaton8 ke depan.

Secara kinerja, per 30 Juni 2022, Perseroan telah membukukan pendapatan sebesar Rp11,72 miliar atau naik dari capaian periode yang sama tahun lalu sebesar Rp11,25 miliar.

Business Development PT Puri Sentul Permai Tbk. Irene Nursalim mengatakan pada prinsipnya, Perseroan optimistis akan prospek industri properti bidang perhotelan ke depan. Apalagi hotel yang hadir dengan konsep unik, modern, dan berbeda tentunya akan menjadi pilihan utama masyarakat.

Baca Juga: Segera IPO, Puri Sentul (KDTN) Ingin Tambah 30 Hotel Rest Area dalam Lima Tahun

Hingga akhir tahun Perseroan merencanakan pengembangan hotel di KM 66 dan KM 64, sementara pada tahun depan Perseroan merencanakan pengembangan hingga tiga hotel dengan investasi berkisar Rp6-7 miliar untuk pengembangan satu hotelnya yang terdiri dari 20 kamar dan satu lounge area.

Perseroan telah memiliki pengalaman dalam pengembangan jasa akomodasi perhotelan melalui proyek Hotel Kedaton 8 sejak 2010. Konsep Hotel berbasis teknologi dan digitalisasi yang diusung Perseroan saat ini dengan mengedepankan privasi dan pelayanan cepat.

“Kedaton 8 Hotel merupakan hotel pertama yang mengusung konsep Manless Check In. Inovasi-inovasi yang lahir membuat Kedaton 8 Hotel survive ketika pandemi Covid-9 melanda. Kami masih mampu membukukan laba bersih, dengan tetap melakukan pembayaran gaji, THR bahkan bonus kepada karyawan ketika industri pariwisata sedang terpuruk,” ujar Xaverius dalam keterangan resminya.

Direktur PT Victoria Sekuritas Indonesia Wisnu Widodo mengatakan, IPO PT Prima Sentul Permai Tbk berhasil mengalami oversubscribe sebanyak 5,62 kali dari total nilai penawaran umum atau 9,66 kali dari nilai penawaran pooling dengan perolehan dana sebesar Rp210 miliar.

Wisnu mengatakan secara keseluruhan proses IPO KDTN telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana. Dia bilang "Kami menilai akhir tahun ini waktu yang tepat bagi industri properti untuk mulai unjuk gigi masuk dalam pasar bursa”.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto

Terbaru