Kinerja Adi Sarana Armada (ASSA) Tumbuh di Semester I-2022, Cek Rekomendasi Sahamnya

Senin, 05 September 2022 | 20:34 WIB   Reporter: Yuliana Hema
Kinerja Adi Sarana Armada (ASSA) Tumbuh di Semester I-2022, Cek Rekomendasi Sahamnya

ILUSTRASI. Penerapan teknologi robot untuk sortir di Anteraja. Kinerja PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) bertumbuh di semester I 2022.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) bertumbuh di semester I 2022. Di periode tersebut, ASSA mengantongi pendapatan senilai Rp 3,17 triliun di semester I-2022. Pendapatan itu tumbuh 50,23% secara tahunan dari Rp 2,11 triliun di semester I 2021.

Dari sisi bottom line, ASSA membukukan laba bersih Rp 97,25 miliar per Juni 2022, atau naik 29% dari Rp 75,44 miliar pada periode sama tahun lalu.

Meski bertumbuh, Deputy Head of Research Sucor Sekuritas Paulus Jimmy menilai, kinerja ASSA di semester I 2022 masih di bawah ekspektasi Sucor Sekuritas. Hal ini disebabkan oleh tingginya biaya dari Anteraja.

"Momentum kinerja ASSA akan banyak ditentukan terutama dari keberhasilan perusahaan dalam membukukan operating profit di Anteraja dan peningkatan bisnis lainnya," kata dia kepada Kontan, Senin (5/9).

Baca Juga: Kinerja Pendapatan Emiten Jasa Kurir Tumbuh pada Paruh Pertama 2022

Memang kalau dilihat, beban pokok pendapatan ASSA naik 54,87% dari sebelumnya Rp 1,64 triliun pada paruh pertama tahun lalu menjadi Rp 2,54 triliun pada semester pertama tahun ini.

Paulus menyebutkan, tingginya biaya Anteraja disebabkan oleh beberapa hal. Pertama adanya kuantitas parcel selama bulan April-Mei sehingga perusahan memerlukan tenaga ekstra. Kedua, transformasi sistem ketenagakerjaan dari pegawai kontrak menjadi mitra.

Dalam risetnya, Sucor Sekuritas menjabarkan biaya kurir merupakan beban pokok pendapatan Anteraja yang terbesar yaitu sekitar 39% dari total COGS. Sedangkan biaya transportasi dan komisi ke penjual masing-masing sebesar 12% dan 18-20%.

Hingga saat ini, Anteraja telah mengonversi kurang lebih 13.000 pegawai berbasis mitra dengan 7.000 sisanya akan dikonversi secara bertahap hingga akhir tahun.

"Kami berharap profitabilitas akan melambung tinggi di semester kedua 2022 saat transformasi kurir selesai, seiring dengan peningkatan produktivitas yang ditujukan dari transformasi dan implementasi sistem penyortiran robot tambahan," tandasnya.

Paulus merekomendasikan dalam jangka pendek alias trading investor atau pelaku pasar untuk entry. Sebaliknya, untuk investasi jangka menengah hingga panjang, dia menyarankan untuk wait and see saham ASSA sambil menunggu laporan kinerja ASSA di kuartal III-2022.

Baca Juga: Kinerja Adi Sarana Armada (ASSA) Dibayangi Tekanan Kenaikan Harga BBM

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat

Terbaru