Kinerja diproyeksi membaik, ini rekomendasi Mirae Aset Sekuritas pada saham SCMA

Kamis, 24 Juni 2021 | 06:40 WIB   Reporter: Hikma Dirgantara
Kinerja diproyeksi membaik, ini rekomendasi Mirae Aset Sekuritas pada saham SCMA

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) diproyeksikan akan mampu memperbaiki kinerja pada tahun ini. Potensi belanja iklan yang membaik pada tahun ini akan menjadi katalis positif bagi emiten media ini.

Analis Mirae Asset Sekuritas Christine Natasya mengatakan, SCMA berpotensi mencatatkan perbaikan kinerja pada kuartal II-2021. Ia berkaca dari kondisi kuartal I-2021 di mana belanja iklan perusahaan sudah mengalami kenaikan. 

Christine mencontohkan, belanja iklan Unilever yang sudah naik 9% secara kuartalan pada kuartal I-2021. Menurutnya, perusahaan FMGC lainnya akan memiliki pola yang serupa dalam urusan pengeluaran belanja iklan. 

“Apalagi, ia melihat para pelaku e-commerce akan menjadi segmen yang memimpin pertumbuhan biaya belanja iklan di televisi seiring segmen ini memang sedang tumbuh pesat. Dengan kondisi tersebut, pada paruh kedua tahun ini, secara umum akan ada rebound dari pemasukan iklan bagi SCMA,” kata Christine kepada Kontan.co.id, Rabu (23/6). 

Baca Juga: Dua emiten media ini masuk dalam konglomerasi, berikut rekomendasi sahamnya

Walau begitu, Christine justru memprediksi Vidio, layanan digital milik SCMA justru akan mengalami kerugian bersih yang besar di tahun ini dibandingkan tahun 2020 karena adanya peningkatan produksi konten pada tahun ini. 

Namun, jumlah pelanggan berbayar diharapkan lebih tinggi pada 2021 dengan adanya pertandingan sepakbola. Hal tersebut juga akan menghasilkan lebih banyak langganan langsung di Vidio daripada melalui bundel telekomunikasi, yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) Vidio. 

"Selain itu, kami percaya bahwa dengan semakin banyak konten yang diproduksi oleh Vidio, semakin banyak pelanggan juga yang bersedia membayar untuk konten utamanya. Hal ini seiring dengan masyarakat Indonesia yang menyukai serial/film produksi lokal," jelasnya.

Pada kuartal pertama 2021, pendapatan SCMA sebagian besar masih berasal dari iklan TV, meskipun total iklan digital dan out-of-home (OOH) SCMA membukukan pertumbuhan yang luar biasa sebesar 59,6% yoy menjadi Rp 147,2 miliar.

Namun, pendapatan OOH lebih rendah secara tahunan, mengingat kebijakan pembatasan sosial dan WFH, sehingga pengiklan memotong pengeluaran mereka pada platform OOH.

Baca Juga: Simak rekomendasi saham yang layak dilirik hari ini (7/6)

Dengan demikian, Christine menilai pertumbuhan digital SCMA yang kuat akan lebih didukung oleh Vidio.com, meskipun Kapanlagi Youniverse (KLY) juga telah berkembang dengan baik. Adapun, pendapatan iklan dan langganan yang dipesan dari Vidio.com kini dibagi rata dan SCMA juga menyebutkan bahwa 51% dari total pelanggan mendaftar untuk langganan langsung.

Christine memprediksi rate card SCMA akan melanjutkan kenaikan di 2021, sehingga pendapatan diprediksi tumbuh 7,7% secara tahunan atau sebesar Rp 5,49 triliun. Adapun pendapatan SCMA mencapai Rp 1,4 triliun di kuartal I-2021 atau tumbuh 7,6% yoy. 

Baca Juga: Fokus migrasi digital, Surya Citra Media (SCMA) siapkan capex hingga Rp 450 miliar

"Kami yakin perusahaan berada di jalur yang tepat untuk mencapai proyeksi pendapatan 2021 kami mengingat tren musiman bahwa pendapatan lebih baik di kuartal dua," imbuhnya.

Sementara itu, Christine memperkirakan bottom line hanya akan tumbuh sebesar 5,3% yoy atau sebesar Rp 1,21 triliun. Hal ini sejalan dengan ekspektasi SCMA untuk meningkatkan biaya program tahun ini selama ekspansi pendapatan TV.

Christine masih merekomendasikan beli saham SCMA dengan target harga Rp 2.000 per saham.

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Noverius Laoli
Terbaru