Mendekati Harga Tertinggi, Analis Tetap Rekomendasi Beli Saham PTBA, Simak Alasannya

Kamis, 02 Juni 2022 | 08:25 WIB   Reporter: Adi Wikanto, Akhmad Suryahadi
Mendekati Harga Tertinggi, Analis Tetap Rekomendasi Beli Saham PTBA, Simak Alasannya

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) segera membuka jam perdagangan saham edisi hari ini, Kamis 2 Juni 2022 setelah libur nasional Hari Lahir Pancasila pada Rabu 1 Juni 2022. Salah satu rekomendasi saham pilihan analis hari ini adalah buy saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Analis tetap rekomendasi beli saham PTBA meskipun harga saham batubara ini sudah naik tinggi. Bahkan, harga saham PTBA mendekati harga tertinggi dalam sejarahnya.

Harga saham PTBA pada perdagangan Selasa 31 Mei 2022 ditutup di level 4.530, naik 100 poin atau 2,26% dari sehari sebelumnya. Dibandingkan sepekan sebelumnya, harga saham PTBA telah meningkat 410 poin atau 9,95%.

Harga saham PTBA mendekati rekor tertinggi pada tahun 2018. Harga saham PTBA mencapai level tertinggi pada 10 Agustus 2018 sebesar 4.890.

Meski terus naik, analis rekomendasi investor tetap beli saham PTBA pada perdagangan hari ini, Kamis 2 Juni 2022. Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia Arief Machrus merekomendasikan rating overweight untuk saham PTBA.

Baca Juga: Harga Saham TINS Naik Tinggi Dalam Sepekan Terakhir, Saatnya Beli Atau Jual?

Rekomendasi saham PTBA ini disematkan dengan target harga yang lebih tinggi sebesar 6,5% menjadi Rp 4.900 (dari sebelumnya Rp 4.600) untuk 12 bulan ke depan.

Overweight  adalah rekomendasi dimana saham diperkirakan mengalami peningkatan harga melebihi sekumpulan saham yang menjadi patokan. Sekumpulan saham ini biasanya diambil dari perusahaan dari industri yang sama atau kumpulan saham pilihan analis atau broker itu sendiri.

Harga saham PTBA berpotensi naik lagi karena sejumlah sentimen positif. Salah satunya adalah rencana pembayaran dividen saham PTBA yang besar.

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menetapkan 100% laba bersih tahun buku 2021 sebagai pembayaran dividen saham. Adapun, PTBA membukukan laba bersih senilai Rp 7,90 triliun sepanjang tahun lalu.

Dengan dana tersebut, setiap pemegang saham PTBA akan mendapat hak pembayaran dividen Rp 688,51 per saham. Berikut adalah jadwal pembayaran dividen tunai saham PTBA:

  • Cum dividen saham PTBA di pasar reguler dan negosiasi: 3 Juni 2022
  • Ex dividen saham PTBA di pasar reguler dan negosiasi: 6 Juni 2022
  • Cum dividen saham PTBA di pasar tunai: 7 Juni 2022
  • Ex dividen saham PTBA di pasar tunai: 8 Juni 2022
  • Tanggal pencatatan pemegang saham PTBA yang berhak menerima dividen (recording date): 7 Juni 2022
  • Jadwal pembayaran dividen tunai saham tunai: 24 Juni 2022.

Sentimen positif lainnya adalah PTBA berhasil membukukan kinerja solid sepanjang kuartal pertama 2022. Emiten yang berbasis di Sumatra Selatan ini membukukan pendapatan usaha senilai Rp 8,21 triliun, naik 105% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 3,99 triliun.

Lonjakan pendapatan turut mengerek laba bersih PTBA. Emiten tambang batubara ini membukukan laba bersih Rp 2,28 triliun atau melesat 355% dari realisasi laba bersih pada periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 500,52 miliar.

Selain itu, harga jual rata-rata batubara yang tetap tinggi di tahun 2022. Ini akan menjaga margin Bukit Asam. Kedua, adanya kenaikan kapasitas produksi yang membuat cadangan batubara PTBA meningkat.

“Harga batubara yang tetap tinggi, dan progres sejumlah proyek strategis akan mendukung kinerja PTBA tahun 2022 ini,” tulis Arief dalam riset, Selasa (31/5).

Arief menyebut, emiten pelat merah ini PTBA kembali memanfaatkan kenaikan harga batubara, dengan menargetkan kenaikan produksi batubara menjadi 36,4 juta ton di tahun 2022, atau naik 21,2% dari realisasi tahun lalu sebesar 30 juta ton. Harga batubara yang relatif tetap tinggi menjadi momentum untuk mendongkrak kinerja PTBA.

Sementara, volume penjualan ditargetkan naik 30,8% menjadi 37,1 juta ton dalam periode yang sama. Di sisi lain, PTBA juga menargetkan angkutan naik 23,9% menjadi 31,5 juta ton pada tahun ini.

Sejumlah proyek strategis milik PTBA juga terus bergulir. Misal, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang Sumsel-8 yang telah mencapai hampir 97% penyelesaian konstruksi. PLTU ini diharapkan dapat beroperasi secara komersial pada tahun 2022.

Prospek PTBA disokong oleh proyek lain, di antaranya hilirisasi gasifikasi batubara di Tanjung Enim, dan Kawasan Industri - Bukit Asam Coal Based Industrial Estate (BACBIE), Tanjung Enim.

Itulah rekomendasi saham PTBA untuk trading hari ini, Kamis 2 Mei 2022. Ingat, disclaimer on, segala risiko investasi atas rekomendasi saham PTBA di atas menjadi tanggung jawab Anda sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto

Terbaru