Nusa Palapa Gemilang (NPGF) kejar kenaikan penjualan 39% pada tahun ini

Kamis, 15 April 2021 | 08:05 WIB   Reporter: Akhmad Suryahadi
Nusa Palapa Gemilang (NPGF) kejar kenaikan penjualan 39% pada tahun ini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (NPGF) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (14/4).

Dalam penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO), NPGF melepas sebanyak 648,04 juta saham baru atau sebanyak 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran Rp 100.

Dalam aksi korporasi ini, emiten yang bergerak di bidang produksi, pemasaran dan perdagangan pupuk buatan majemuk hara makro primer tersebut menerima dana segar sebesar Rp 64,8 miliar

Baca Juga: Bakal punya aset Rp 4,7 triliun, begini persiapan Wijaya Karya Realty untuk IPO

Sebanyak 82% dari dana segar ini akan digunakan untuk untuk akuisisi lahan, sebanyak 17% akan digunakan untuk pelunasan pembelian mesin produksi, dan sisanya akan digunakan untuk modal kerja yaitu pembelian bahan baku produksi.

Direktur Keuangan Nusa Palapa Gemilang, Imam Subakti mengatakan, tahun ini akan ada penambahan kapasitas mesin, dengan rincian kapasitas mesin pupuk NPK sebanyak 30.000 metrik ton (MT), mesin produk mikro sebanyak 30.000 MT, dan mesin briket 20.000 MT.

Penambahan ini melengkapi total kapasitas produksi per 30 September 2020 yang mencapai 150.000 MT per tahun.

Imam memperkirakan penjualan yang diraih NPGF tahun lalu mencapai Rp 335 miliar. Jumlah ini naik dari realisasi penjualan per Desember 2019 yakni Rp 241,39 miliar. 

Imam mengatakan, kenaikan ini dipicu karena kapasitas NPGF yang sudah meningkat dari tahun sebelumnya, meskipun utilisasinya masih di bawah 80. “Sehingga, kami berani untuk mengambil purchase order (PO) dalam jumlah lebih besar dibanding saat kapasitas kami masih 50.000 MT,” terang Imam saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (14/4).

Baca Juga: Strategi WIjaya Karya (WIKA), mulai dari holding hotel hingga penerbitan obligasi

Sebagai gambaran, awalnya NPGF  memiliki mesin granulasi dengan kapasitas 30.000 MT per tahun. Kemudian, kapasitasnya meningkat  seiring penambahan Line 1 - Steam Granulation dengan kapasitas 50.000 MT per tahun di tahun 2012.

Pada 2019, NPGF kemudian melakukan penambahan kapasitas sebesar 100.000 MT per tahun dengan terpasangnya Line 2 - Steam Granulation,  yang baru efektif di tahun 2020. Sehingga total kapasitas produksi per 30 September 2020 adalah sebesar 150.000 MT per tahun.

Uus Sudianto, Direktur Utama NPGF mengatakan, prospek juga ditunjang oleh tingginya permintaan pupuk khususnya dari segmen perkebunan. Lebih dari setengah operational expenditure (opex) sektor perkebunan merupakan biaya pemupukan, khususnya pembelanjaan pupuk, sehingga  membuat permintaan sektor perkebunan tetap bersemi selama pandemi.

“Hal ini terlihat dari pertumbuhan permintaan pupuk NPK dari perkebunan kelapa sawit sebagai imbas dari membaiknya harga CPO internasional. Secara keseluruhan, pertumbuhan sektor non migas dari industri dasar dan kimia terus meningkat hingga 14,96 % sampai dengan kuartal ketiga tahun 2020 yang lalu,” terang Uus. Untuk tahun ini, NPGF menargetkan penjualan bisa naik 39% secara year-on-year.

Adapun wilayah pemasaran pupuk NPGF meliputi wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Sebagian besar dari pelanggan NPGF adalah perkebunan kelapa sawit. Penjualan, selain langsung dilakukan ke perkebunan, juga dilakukan melalui trader atau distributor.

Adapun  kebutuhan bahan baku pupuk, seluruhnya dibeli dari produsen atau supplier lokal. Sehingga, pandemi tidak mengganggu proses produksi NPGF. “Bahan baku relatif tidak ada kendala karena dibeli dari pasar lokal,” sambung Imam.

Dalam beberapa tahun terakhir, NPGF terus berfokus pada produksi dan peningkatan produksi pupuk NPK, seiring tingginya permintaan pupuk NPK dibanding dengan pasokannya.

Namun demikian, NPGF juga berencana untuk mengembangkan jenis pupuk yang dikhususkan dengan kebutuhan kebun untuk tanah-tanah marginal (tanah berpasir, tanah gambut, tanah pasang surut) seperti pupuk mikro, pupuk NPK organik dan pupuk NPK compact.

Baca Juga: Astra Otoparts (AUTO) akan menebar dividen, catat jadwalnya

Saham mentok ARA

NPGF menjadi emiten ke-15 yang mencatatkan sahamnya di BEI sepanjang 2021. Pada perdagangan perdana, saham NPGF melesat 35% ke level 135 dan mentok auto rejections atas (ARA).

Dalam hajatan IPO ini, NPGF menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek. Penawaran saham NPGF pun mendapatkan minat yang cukup positif dari para investor. Saham NPGF mengalami oversubscribed atau kelebihan permintaan  hingga 3,97 kali dari jumlah total penawaran saham

“Kami meyakini bahwa rencana ekspansi usaha yang didanai dari hasil IPO Perseroan tersebut akan memberikan efek yang positif bagi kelangsungan maupun prospek usaha Perseroan ke depannya,” terang Daud Gunawan, Head of Corporate Finance PT UOB Kay Hian Sekuritas. 

Selanjutnya: Proyeksi kinerja Surya Citra Media (SCMA) dan rekomendasi sahamnya

 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Tendi Mahadi
Terbaru