Pendapatan Blue Bird (BIRD) turun 45,76% di kuartal I, ini penjelasan manajemen

Minggu, 06 Juni 2021 | 12:30 WIB   Reporter: Ika Puspitasari
Pendapatan Blue Bird (BIRD) turun 45,76% di kuartal I, ini penjelasan manajemen

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Blue Bird Tbk (BIRD) masih tertekan pada kuartal pertama tahun ini. BIRD mencatatkan pendapatan sebesar Rp 480,05 miliar atau menyusut hingga 45,76% dari kuartal 1-2020 yang mencapai Rp 885,18 miliar.

Pendapatan dari pihak ketiga kendaraan taksi menyumbang sebesar Rp 347,72 miliar anjlok 49,75% dari kuartal 1-2020. Kemudian pendapatan sewa kendaraan berkontribusi Rp 138,46 miliar atau turun 31,37% dari kuartal 1-2020. Pendapatan dari sewa gedung sebesar Rp 1,02 miliar dan pendapatan dari komisi lelang senilai Rp 5,12 miliar.

Sejalan dengan itu, beban pendapatan Blue Bird juga terpangkas 41,56% menjadi Rp 396,76 miliar pada kuartal pertama tahun ini. Dengan demikian maka laba kotor BIRD tercatat Rp 83,29 miliar atau susut 59,62% dari periode yang sama tahun 2020.

Baca Juga: Indofood CBP akan menerbitkan obligasi global, begini posisi utang terakhir ICBP

Di saat yang sama, beban usaha tercatat sebesar Rp 129,89 atau berhasil turun 29,71% dari periode 1-2020. Beban bunga juga 8,50% lebih rendah menjadi Rp 23,56 miliar.

Adapun beban bunga berhasil naik 29,30% menjadi Rp 5,46 miliar pada kuartal pertama tahun ini. Alhasil, BIRD harus menanggung rugi sebesar Rp 28,25 miliar pada kuartal 1-2021. Padahal pada periode yang sama tahun lalu emiten ini masih mencatatkan laba bersih Rp 13,74 miliar.

Head of Investor Relations PT Blue Bird Tbk Michael Tene menjelaskan, realisasi kinerja BIRD pada kuartal 1-2021 memang mengalami penurunan cukup dalam dari periode yang sama tahun lalu.

"Ini salah satunya karena pada Januari dan Februari 2020 adalah bulan yang sangat baik dimana kami membukukan kenaikan pendapatan 7-8% dibandingkan Januari-Februari 2019," jelasnya ketika dihubungi Kontan, Jumat (4/6).

Baca Juga: Harga batubara naik, analis rekomendasikan saham-saham ini

Selain itu, sambungnya, kinerja periode tersebut juga karena pada Januari-Februari 2021 ada PPKM yang diperketat dan menurunkan mobilitas masyarakat. Meski demikian, ia bilang kinerja BIRD terpantau membaik di kuartal 2-2021.

Selanjutnya: Saham Merdeka Copper (MDKA) jadi mahar, begini fundamental dan rekomendasi saham

 

Editor: Tendi Mahadi
Tag
Terbaru