Rekomendasi

Pertumbuhan pendapatan BBNI diprediksi hingga 12% tahun ini, ini rekomendasi sahamnya

Senin, 05 April 2021 | 20:38 WIB   Reporter: Achmad Jatnika
Pertumbuhan pendapatan BBNI diprediksi hingga 12% tahun ini, ini rekomendasi sahamnya

ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi di kantor cabang Bank BNI, Jakarta,

“Namun, perlahan dapat pulih di kuartal III dan IV. Pemulihan produktivitas dan aktivitas dari dalam negeri memberikan dampak pada penurunan NPL dan pertumbuhan kredit dimana ekspansi pada pelaku bisnis diharapkan dapat terjadi di kuartal III dan IV,” kata Okie.

Selain itu, menurut Head of Research Samuel Sekuritas Suria Dharma dalam hasil riset yang dirilis pada 22 Maret 2021 kinerja BBNI di tahun ini menunjukkan tren perbaikan profil risiko.

Menurutnya, Hingga Februari, status kolektibilitas kredit BBNI di luar kredit konsumer mencatatkan pergeseran distribusi ke kredit dengan risiko rendah.

Hal ini berdampak pada status kolektibilitas BBNI yang berisiko tinggi turun dari 14% di Okt 2020 menjadi 9.6% di bulan Februari 2021, sedangkan yang berisiko medium turun dari 32.7% menjadi 31.4%.

Manajemen BBNI menegaskan akan terus memantau pinjaman yang direstrukturisasi secara berkala. BBNI juga melakukan survei kepada 90% pinjaman dari segmen korporasi, menengah, dan kecil untuk mengetahui kapasitas pembayaran mereka di lapangan.

Berdasarkan hasil survei tersebut, per Februari 2021, shadow NPL turun sedikit menjadi Rp 39,3 triliun dari sebelumnya Rp 40,8 triliun atau turun sebanyak 3,7% dari bulan Oktober 2020.

Dari shadow NPL bulan Februari tersebut, 58% diantaranya beresiko tinggi dan 42% beresiko medium. Sedangkan di bulan Oktober 2020 jumlahnya mencapai Rp 40,8 triliun dengan 61% berisiko tinggi dan 39% beresiko medium.

Menurut Analis BRI Danareksa Sekuritas Eka Savitri dalam risetnya yang dirilis pada 25 Maret 2021, di tahun ini segmen korporasi dan penggajian akan menjadi mesin pertumbuhan utama.

Editor: Yudho Winarto
Terbaru