Rekomendasi Saham Dharma Satya Nusantara (DSNG) yang Diuntungkan Harga CPO

Kamis, 19 Mei 2022 | 07:20 WIB   Reporter: Hikma Dirgantara
Rekomendasi Saham Dharma Satya Nusantara (DSNG) yang Diuntungkan Harga CPO


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek bisnis dan saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) menarik pada tahun ini. Pemulihan produksi, harga CPO yang tinggi, hingga peluamg pertumbuhan dari bisnis segmen kayu dinilai bisa jadi sentimen positif untuk emiten sawit ini.

Head of Reserach Henan Phtihrai Sekuritas Robertus Hardy meyakini DSNG punya peluang yang menjanjikan lantaran merupakan salah satu emiten sawit dengan usia rata-rata pohon yang lebih muda dibanding perusahaan-perusahaan sejenis. Tercatat, rata-rata usia pohonnya berada di 12,7 tahun. Seluas 102.700 hektare (ha) di antaranya merupakan area yang prima dari 112.600 ha secara keseluruhan.

“Apalagi, DSNG juga punya 12 pabrik pengolahan yang mampu memproses sebanyak 615 ton tandan buah segar per jamnya. Sehingga DSNG berpotensi memulihkan volume produksinya pada tahun ini,” ujar Robertus kepada Kontan.co.id, Rabu (18/5).

Baca Juga: Tahun 2022, Dharma Satya Nusantara (DSNG) Perluas Pangsa Pasar Ekspor Kayu

Robertus bilang, pada tahun lalu produksi CPO DSNG terhambat cuaca buruk. Namun, dia optimistis tahun ini DSNG bisa memulihkan produksinya dengan kenaikan produksi tandan buah segar (TBS) sebesar 20% secara yoy. 

Selain itu, dia menyebut DSNG tidak akan terdampak signifikan akibat kenaikan harga pupuk pada tahun ini. Pasalnya, DSNG sudah mengamankan pasokan pupuk untuk sepanjang tahun 2022. 

Katalis positif lain yang dapat menopang kinerja DSNG ke depan adalah segmen bisnis kayunya. Menurut Robertus, segmen ini punya peluang pasar yang masih cukup besar. Apalagi, permintaan produk kayu yang semakin tinggi pada segmen properti menengah-atas.

Baca Juga: Berkinerja Solid, Intip Rekomendasi Saham DSNG Berikut

Tercatat, pendapatan segmen ini tumbuh sebesar 42,2% secara yoy menjadi Rp 405 miliar pada kuartal I-2022. Bahkan, kontribusi pendapatan segmen ini juga meningkat dari 17,4% menjadi 24,6% terhadap keseluruhan pendapatan DNSG. 

Sejauh ini, segmen kayu milik DSNG memang masih fokus untuk tujuan ekspor, seperti Jepang, Amerika Serikat dan Kanada.  Sementara untuk pasar domestik, segmen ini lebih berfokus untuk menjual ke proyek pembangunan seperti apartemen, bandara, hingga bangunan di ibu kota baru.

“Namun, DSNG juga sudah berencana untuk melebarkan pasarnya dengan menyasar konsumen ritel. Rencananya, DSNG akan membuka showroom pertamanya di Alam Sutera,” imbuhnya. 

Baca Juga: Laba Dharma Satya Nusantara (DSNG) Meningkat 110% Pada Kuartal I 2022

Robertus juga menyebut kelanjutan rally harga CPO turut menjadi katalis positif untuk DGNS. Analis BRI Danareksa Sekuritas Andreas Kenny dalam risetnya pada 1 Maret menuliskan, pasokan CPO secara umum masih akan ketat, namun permintaan justru semakin kuat. Andreas meyakini hal tersebut akan membuat para importir saling bersaing mencari CPO.

“Seiring importir dari negara Eropa mempunyai standar ESG yang ketat, DSNG sebagai emiten sawit dengan skor ESG yang apik berpotensi diuntungkan dengan hal ini,” ujar Andreas dalam riset.

Dari sisi harga, Andreas memproyeksikan harga rata-rata CPO pada tahun ini akan di kisaran RM 5.000 per ton. Hal ini berpotensi mengangkat laba bersih emiten sawit pada tahun ini. 

Baca Juga: Gapki: Produksi CPO Indonesia Bulan Februari 2022 Masih Rendah

Dia memproyeksikan DSNG akan membukukan pendapatan Rp 9,9 triliun atau tumbuh 44,4% dari perolehan tahun lalu. Sementara laba bersih akan sebesar Rp 1,5 triliun atau naik 112,4% secara yoy. 

Andreas pun merekomendasikan beli untuk saham DSNG dengan target harga Rp 1.000 per saham. Sementara Robertus juga memberikan rating beli dengan target harga Rp 850 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati

Terbaru