Rekomendasi

Saham EXCL Anjlok 24%: Peluang Emas Investor Jangka Panjang?

Selasa, 31 Maret 2026 | 07:07 WIB
Saham EXCL Anjlok 24%: Peluang Emas Investor Jangka Panjang?

ILUSTRASI. Saham EXCL Anjlok 24%: Peluang Emas Investor Jangka Panjang?


Reporter: Vendy Yhulia Susanto  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga saham PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) masih dalam tren pelemahan hingga akhir Maret 2026. Secara year to date (YTD), saham EXCL telah turun sekitar 24% ke level 2.850 pada penutupan 30 Maret 2026.

Meski tertekan, analis menilai kondisi ini justru menjadi momentum menarik untuk akumulasi. Prospek kinerja EXCL pada 2026 diperkirakan membaik seiring sejumlah katalis positif.

Equity Analyst OCBC Sekuritas, Gani, menyebut ekspansi 5G menjadi pendorong utama. EXCL telah meluncurkan layanan 5G di 33 kota dengan kecepatan hingga 500 Mbps.

“Dengan spektrum yang tersedia dan semakin banyaknya pilihan handset 5G yang terjangkau, EXCL berada pada posisi yang baik untuk mempercepat adopsi dan monetisasi 5G,” ujar Gani.

Saat ini, jaringan 5G EXCL masih menggunakan teknologi Non-Standalone (NSA) pada spektrum 2300 MHz guna meminimalkan risiko. Penetrasi perangkat 5G diperkirakan mencapai 20% dan berpotensi meningkat seiring siklus pergantian perangkat.

Baca Juga: Terus Melemah Usai Rekor Tertinggi, Harga Saham Migas Ini Diprediksi Segera Naik

Analis Maybank Sekuritas, Etta Rusdiana Putra, menilai paket Ultra 5G EXCL lebih kompetitif dibandingkan layanan 4G maupun fixed broadband.

“Transformasi jaringan 5G yang terus berjalan diharapkan mendukung pertumbuhan trafik data dan pendapatan ke depan,” jelas Etta.

Dari sisi kinerja, analis Phintraco Sekuritas, Aditya Prayoga, menyampaikan bahwa EXCL menargetkan pertumbuhan pendapatan sejalan industri pada 2026.

Sementara itu, EBITDA diproyeksikan tumbuh dua kali lebih cepat dari pendapatan, mencerminkan leverage operasional pasca integrasi. Belanja modal juga disiapkan sekitar Rp 15 triliun.

“Meski demikian, proses integrasi masih dapat membebani kinerja jangka pendek, dengan biaya sekitar Rp 1 triliun pada 2026,” ujar Aditya.

Potensi sinergi merger diperkirakan mencapai US$ 250 juta hingga US$ 300 juta, terutama dari efisiensi jaringan dan biaya sewa menara. Progres integrasi juga cukup cepat, dengan sekitar 70% situs telah terkonsolidasi hingga akhir 2025.

Dari sisi operasional, kinerja mulai membaik. ARPU naik dari Rp 38.900 pada kuartal III 2025 menjadi Rp 44.800 pada kuartal IV 2025, menunjukkan peningkatan monetisasi pelanggan.

Untuk 2026, pendapatan EXCL diproyeksikan mencapai Rp 46,46 triliun dengan rugi menyempit menjadi Rp 2,14 triliun.

Tonton: Gelombang IPO Besar Datang! 11 Raksasa Siap Masuk Bursa

Rekomendasi saham

Secara rekomendasi, OCBC Sekuritas dan Maybank Sekuritas memberikan rating Buy dengan target harga masing-masing Rp 3.300 dan Rp 4.100. Sementara Phintraco Sekuritas merekomendasikan Hold dengan target Rp 3.100.

Dengan kombinasi ekspansi 5G, peningkatan ARPU, dan potensi efisiensi, pelemahan saham EXCL saat ini dinilai sebagai peluang beli bagi investor jangka menengah hingga panjang.

 

Australia Pangkas Pajak BBM! Subsidi Rp 26 Triliun Demi Redam Dampak Perang Iran

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru