Saham Global Mediacom (BMTR) Melompat 17% Kamis (28/7), Lo Kheng Hong Ketiban Rezeki

Jumat, 29 Juli 2022 | 05:50 WIB   Reporter: Noverius Laoli
Saham Global Mediacom (BMTR) Melompat 17% Kamis (28/7), Lo Kheng Hong Ketiban Rezeki

ILUSTRASI.

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) menjadi top gainers pada perdagangan hari Kamis (28/7).

Salah satu pemegang saham perusahaan yang menjadi induk usaha PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) adalah investor kawakan Lo Kheng Hong. 

Lo Kheng Hong tercatat mengempit 6,55% saham BMTR. Sementara pemegang mayoritas saham ini adalah PT MNC Investasi Tbk yakni sebesar 45,75%. Sementara sisanya dimiliki masyarakat 47,80%.

Kenaikan harga saham BMTR pada hari Kamis ternyata dipicu salah satu isu yang beredar. Hal itu dikemukakan oleh Lukas Setia Atmaja penulis buku Lo Kheng Hong: Orang Miskin yang Menjadi Triliuner di Bursa Efek Indonesia.

Mengutip Instgram @lukas_setiaatmaja, Lukas mengatakan, Lo Kheng Hong kemarin pergi ke Labuan Bajo dan berjumpa dengan Hary Tanoesoedibjo yang juga Direktur Utama BMTR.

Baca Juga: Global Mediacom (BMTR) Targetkan Pembangunan Movieland Rampung di Akhir Tahun 2023

"Pak Lo Kheng Hong kemarin "berlayar dari Labuan Bajo" sampai di RUPS BMTR hari ini dan berjumpa dengan Pak @hary.tanoesoedibjo sbg Direktur Utama BMTR," ujar Lukas.

Kemudian Lukas memberikan catatan, "Note: Hari ini harga saham BMTR maupun MNCN naik banyak karena ada info saat RUPS tentang rencana merger BMTR dengan MNCN," tulis Lukas.

 

 

 

 

Lukas menjelaskan kepada salah satu followernya yang bertanya soal merger itu. Ia bilang bahwa tujuan merger ini agar bisnis BMRT dan MNCN lebih terintegrasi. 

Mengutip data RTI Business, saham BMTR dibuka di level Rp 282 pada perdagangan Kamis. Kemudian saham BMTR bergerak side ways hingga pukul 11.15 WIB. Namun menjelang penutupan perdagangan sesi I, saham BMTR tiba-tiba melonjak tinggi ke level Rp 310 per saham.

Baca Juga: Global Mediacom Tawarkan Obligasi Rp 700 Miliar, Imbal Hasilnya Sangat Atraktif

Saham BMTR kemudian melompat kembali saat pembukaan perdagangan di sesi II dan sempat menyentuh level tertinggi di Rp 352 per saham sebelum perlahan turun dan ditutup di level 330 per saham atau menguat 17,0% pada perdagangan hari Kamis.

Total volume perdagangan saham BMRI mencapai 964,87 juta dengan nilai transaksi Rp 324,63 miliar.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli

Terbaru