Siantar Top (STTP) serap 40% capex hingga akhir kuartal II 2021, ini alokasinya

Minggu, 04 Juli 2021 | 12:30 WIB   Reporter: Amalia Nur Fitri
Siantar Top (STTP) serap 40% capex hingga akhir kuartal II 2021, ini alokasinya

Berdasarkan keterangan yang diterima Kontan, sepanjang kuartal-I 2021 STTP membukukan pendapatan sebanyak Rp 1,02 triliun. Jumlah ini naik 8,53% dari realisasi periode yang sama pada tahun 2020 yakni Rp 944,93 miliar. Meski demikian, laba bersih perseroan menurun 11,78%.

Kontribusi pendapatan ini ditopang oleh penjualan segmen pengolahan makanan sebanyak Rp 958,57 miliar, naik 12,02% dari sebelumnya Rp 855,70 miliar. Namun, segmen pendukung lainnya malah turun 24,91% menjadi Rp 67 miliar dari sebelumnya mampu berkontribusi Rp 89,23 miliar.

Tercatat, daerah Sidoarjo menjadi penyumbang penjualan terbesar sebanyak Rp 563,02 miliar, diikuti oleh Bekasi sejumlah Rp 274,57 miliar dan Medan sebanyak Rp 104,39 miliar. Adapun sumbangsih dari segmen negara ekspor yakni Asia dan Timur Tengah tercatat sebanyak Rp 83,57 miliar. Pada periode ini perseroan tidak mencatatkan penjualan dari Makassar.

Lebih lanjut, beban pokok pendapatan tercatat berjumlah Rp 765,92 miliar, naik 12,53% dari Rp 680,61 miliar. Sehingga laba kotor yang diperoleh oleh Siantar Top pada akhir Maret 2021 berjumlah Rp 259,65 miliar, turun 1,76%.

 

 

Pendapatan perseroan juga disumbang oleh segmen pendapatan lain-lain yang relatif stabil yakni Rp 27,70 miliar dari Rp 27,65 miliar di periode sebelumnya. Kendati demikian, meningkatnya pendapatan ditekan oleh naiknya sejumlah beban, seperti beban penjualan dan umum administrasi yang naik masing-masing 21,59% dan 60,31%.

Meningkatnya angka beban tersebut, menekan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan perseroan hingga 11,78% menjadi Rp 154,72 miliar, padahal pada kuartal-I 2020 perseroan berhasil meraup untung Rp 175,37 miliar.

Sementara itu, total aset STTP hingga akhir Maret 2021 berjumlah Rp 3,73 triliun yang terdiri atas aset lancar Rp 1,79 triliun dan aset tidak lancar Rp 1,94 triliun. Jumlah liabilitas yang ditanggung perseroan naik 16,68% menjadi Rp 905,06 miliar.

Selanjutnya: Begini jurus Siantar Top (STTP) mendorong penjualan pada tahun ini

 

Editor: Handoyo .
Terbaru