IPO

Siapkan dana, Pertamina akan jual saham perdana tiga anak usaha di lantai bursa

Jumat, 19 Februari 2021 | 06:00 WIB   Reporter: Akhmad Suryahadi
Siapkan dana, Pertamina akan jual saham perdana tiga anak usaha di lantai bursa

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investor penyuka saham perusahaan pemerintah atau anak usahanya bersiap-siaplah. Bursa Efek Indonesia akan kedatangan emiten baru dari anak usaha perusahaan milik pemerintah. PT Pertamina (Persero) akan melakukan menjuL saham perdana atau initial public offering (IPO) terhadap tiga anak usaha

Rencana penjualan saham perdana tiga anak usaha Pertamina itu paling lambat semester 2 tahun 2021. Ketiga entitas bisnis yang dikabarkan akan ditawarkan saham itu adalah PT Pertamina Power Indonesia (PPI), PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dan PT Pertamina Internasional Shipping (PIS).

Pengamat pasar modal sekaligus Direktur Avere Investama Teguh Hidayat mengungkapkan, momentum IPO anak usaha Pertamina sudah cukup tepat saat ini. Meskipun ekonomi domestik belum pulih, pasar saham dinilai sudah pulih selama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di atas level  6.000-an seperti saat ini.

Dia bilang, gelaran IPO sepanjang 2020 dan 2021 memang banyak secara kuantitas, tetapi tidak ada yang menjadi perhatian pasar karena perusahaan yang melantai rata-rata merupakan perusahaan kecil. “Tetapi, kalau nanti yang IPO anak pertamina, nama Pertamina akan sangat menjual. Karena Pertamina perusahaan besar yang semua orang tahu,” terang Teguh kepada Kontan.co.id, Rabu (17/2).

Baca Juga: Tiga anak usaha Pertamina yang dinilai prospektif untuk IPO Semester II 2021

Selain itu, nafsu (appetite) belanja investor, ditambah dengan banyaknya investor baru juga masih sangat besar.  Ini menjadi faktor pendukung bagi anak usaha perusahaan pelat merah tersebut untuk listing.

Prospek Pertamina Geothermal Energy, salah satu anak usaha yang dikabarkan bakal IPO, juga cukup prospektif karena bergerak di sektor energi ramah lingkungan, yakni penyedia panas bumi. Teguh mencermati, saat ini isu yang mencuat  ke permukaan adalah isu green energy, setelah isu pandemi corona mulai agak mereda.

Alhasil, sentimen ini akan semakin menambah daya tarik bagi gelaran IPO anak usaha Pertamina. “Namun saya tidak tahu kalau misalnya IPO nya akan digelar tiga bulan dari sekarang, bisa saja saat itu kondisi pasarnya sudah drop. Tetapi jika dilakukan saat ini, dan memang momentum green energy yang hubungannya dengan mobil listrik, momentumnya sangat tepat,” imbuh dia.

Meski demikian, Teguh mengatakan, keberhasilan PT Elnusa Tbk (ELSA) melantai di pasar saham tidak bisa dijadikan acuan (benchmark) untuk IPO ketiga anak usaha Pertamina ini. Meski sama-sama anak usaha Pertamina, namun ELSA dan ketiga anak usaha Pertamina ini bergerak di segmen usaha yang berbeda.

Akhir kata, gelaran IPO tiga anak usaha Pertamina ini dinilai akan menarik bagi pelaku pasar. Tidak hanya  Pertamina, hal yang sama  juga berlaku bagi badan usaha milik Negara (BUMN) lain yang juga berencana untuk IPO.

Teguh mengatakan, belakangan ini saham-saham yang ramai diperdagangkan adalah saham emiten BUMN, terlepas dari fundamentalnya.  Karena terkadang ada juga saham-saham yang naik bukan karena fundamental, tetapi karena sentimen.

“Dan misalnya anak usaha Pertamina IPO, selain ada nama Pertamina, ada sentimen saham  BUMN-nya juga. Dan mungkin nilai IPO nya bisa besar, mungkin bisa Rp 1 triliun – Rp 2 triliun,” imbuh Teguh.

 

Selanjutnya: IPO tiga anak usaha Pertamina di semester II-2021 dinilai bakal gairahkan pasar

 

Editor: Adi Wikanto
Terbaru