Tahun Ini, Sariguna Primatirta (CLEO) Bangun Dua Pabrik Baru di Lampung dan Manado

Jumat, 07 Juli 2023 | 04:56 WIB   Reporter: Vina Elvira
Tahun Ini, Sariguna Primatirta (CLEO) Bangun Dua Pabrik Baru di Lampung dan Manado

ILUSTRASI. PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) terus agresif kembangkan bisnis di segala lini kegiatan usahanya


EMITEN - JAKARTA. Emiten produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) terus agresif kembangkan bisnis di segala lini kegiatan usahanya. Salah satunya yakni peningkatan kapasitas produksi. 

Direktur Utama CLEO Melisa Patricia mengungkapkan, tahun ini Perseroan sedang membangun dua pabrik baru di Lampung dan Manado. Penambahan dua pabrik baru tersebut akan meningkatkan kapasitas produksi sekitar 5% dari total kapasitas saat ini yaitu sekitar 5,5 miliar liter per tahun.

“Selain agresif melakukan pembangunan pabrik baru, CLEO juga meningkatkan kapasitas produksi dengan menambah investasi mesin-mesin otomatis dan telah memperluas 5 pabrik existing yaitu di Banjarmasin, Citeureup, Bojonegoro, Makassar, dan Kendari,” ungkap Melisa, dalam siaran pers yang diterima Kontan.co.id, Kamis (6/7). 

Baca Juga: Incar Kenaikan Kinerja, Sariguna Primatirta (CLEO) Siapkan Capex Rp 300 Miliar

Sementara untuk memperkuat layanan kepada pelanggan dan memperluas cakupan pasar sekaligus menekan biaya pengiriman, lanjut Melisa, CLEO juga secara agresif memperluas titik penjualan dan mengembangkan jaringan distribusi di seluruh Indonesia, khususnya untuk wilayah Sumatera dan Indonesia bagian Timur. 

Adapun, untuk depo air minum sendiri, pihaknya menargetkan untuk menambah sekitar 60 depo sampai akhir tahun nanti. Di mana, pada posisi awal tahun CELO tercatat telah memiliki 290 depo. 

Selain berbagai upaya pengembangan bisnis secara organik tersebut, CLEO juga terus membuka kemungkinan untuk mengembangkan bisnis secara anorganik melalui akuisisi perusahaan AMDK atau pun perusahaan yang berada dalam lingkup supply chain di industri ini.

 

 

Terkait berbagai kegiatan ekspansi tersebut, Perseroan berhasil mendapatkan alternatif pembiayaan berupa fasilitas kredit sebesar Rp 300 miliar dari Bank BNI. Dari fasilitas kredit itu, sebesar Rp100 miliar akan digunakan untuk memperkuat modal kerja, dan selebihnya sebesar Rp200 miliar yang berbentuk pinjaman berjangka akan digunakan untuk membiayai kegiatan ekspansi.

“Kami akan terus berusaha menambah omset, sehingga target pertumbuhan penjualan double digit tahun ini bisa tercapai. Oleh karena itu, Perseroan terus melakukan ekspansi secara agresif dengan tetap memperhatikan risk management,” tutup Melisa. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru