Tarif Ojek Online Naik, Simak Rekomendasi Saham GOTO Berikut Ini

Minggu, 11 September 2022 | 19:49 WIB   Reporter: Ridwan Nanda Mulyana
Tarif Ojek Online Naik, Simak Rekomendasi Saham GOTO Berikut Ini

ILUSTRASI. GoTo, perusahaan hasil merger antara aplikasi ride hailing Gojek dan e-commerce Tokopedia. Kenaikan tarif ojol berpotensi membuat margin keuntungan menjadi lebih besar, sehingga bisa mendatangkan efek positif untuk mitra driver maupun kinerja GOTO.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tarif ojek online (ojol) mulai naik pada Minggu (11/9) ini. Lalu, bagaimana dampaknya terhadap emiten penyedia jasa transportasi online on demand PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)?

Manajemen GOTO melalui  Senior Vice President Corporate Affairs Gojek, Rubi W. Purnomo, mengonfirmasi kenaikan tarif tersebut. "Gojek memberlakukan perubahan tarif GoRide sesuai dengan peraturan yang berlaku efektif pada tanggal 11 September 2022," ujar Rubi kepada Kontan.co.id, Minggu (11/9).

Selain itu, Rubi juga menyampaikan akan secara proaktif melakukan penyesuaian tarif bagi layanan GoCar, GoFood, GoSend, dan GoMart untuk mendorong potensi pendapatan maksimal bagi para mitra driver.

"Penyesuaian tarif ini diharapkan dapat mendukung mitra driver memenuhi biaya operasional sehari-hari. Sekaligus memastikan Gojek dan para mitra driver dapat selalu memberikan layanan terbaik bagi pelanggan,” imbuh Rubi.

Baca Juga: Rekomendasi Saham Laggard yang Masih Menarik Jadi Buruan

Sayangnya, Rubi belum membeberkan dampak dari kebijakan ini terhadap kinerja Gojek ke depannya. Di sisi lain, sejumlah analis punya catatan mengenai prospek kinerja dan pergerakan saham GOTO setelah kenaikan tarif ini.

Equity Analyst Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta Labora melihat kenaikan tarif ojol berpotensi membuat margin keuntungan menjadi lebih besar, sehingga bisa mendatangkan efek positif untuk mitra driver maupun kinerja GOTO. Terlebih dalam meredam dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Namun, ada efek negatif yang mesti diantisipasi. "Kenaikan tarif ojol bisa mengurangi volume penumpang, karena penumpang bisa beralih ke kendaraan umum atau kendaraan pribadi untuk transportasi," kata Andhika saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (11/9).

Di sisi lain, pemerintah juga menurunkan besaran biaya sewa aplikasi ojek online dari 20% menjadi 15%. Kebijakan ini berdampak positif bagi driver, namun dampak terhadap Gojek perlu dicermati lebih lanjut.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, kenaikan tarif ojol merupakan bentuk adaptasi dari kenaikan harga BBM yang tidak bisa dihindari pemerintah. Namun, penerimaan konsumen akan menentukan sejauh mana dampaknya bagi GOTO.

"Selama engagements antara GOTO dan user-nya tinggi, kami yakin GOTO tetap akan menjadi pilihan utama ketika menggunakannya," ujar Nico.

Di samping itu, lini bisnis e-commerce GOTO lewat Tokopedia juga masih punya peluang untuk tumbuh. Meski, di tengah kondisi lonjakan harga barang seperti sekarang ini, publik akan lebih mengedepankan kebutuhan prioritasnya.

Andhika juga melihat prospek apik bisnis Tokopedia seiring transisi tren belanja offline ke online yang telah berlangsung selama pandemi. Selain itu, platform e-commere sekarang ini juga akan berorientasi pada profit ketimbang "bakar duit".

Rekomendasi saham

Dari sisi pergerakan saham, GOTO masih belum mampu keluar dari area merah. GOTO bahkan masuk ke dalam jajaran saham-saham laggard secara year to date, periode bulan September ini, hingga penutupan perdagangan Jum'at (9/9) lalu.

Adapun saham GOTO saat ini parkir di harga Rp 282 setelah melemah 1,40% pada Jum'at. Meski masih laggard, tapi Andhika menilai saham GOTO masih layak dilirik.

Rekomendasi Andhika, saham GOTO masih bisa dikoleksi mempertimbangkan support Rp 274 dan target penguatan di level harga Rp 322 per saham.

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana juga menyarankan pelaku pasar mencermati area support Rp 274. Karena apabila break support, maka gerak saham GOTO ditaksir menguji area Rp 230 - Rp 240.

Sedangkan untuk penguatannya, GOTO masih punya peluang menguji area harga Rp 300. "Dengan catatan tidak terkoreksi ke bawah support Rp 274. Ditandai dengan MACD dan Stochastic yang berpotensi golden cross ke area positif," tandas Herditya.

Sekadar mengingatkan, Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online yang sebenarnya diberlakukan per 10 September 2022, namun kemudian pemberlakuan tarif baru tersebut mundur menjadi 11 September 2022. Berikut ini adalah rincian tarif baru ojek online tersebut:

- Tarif Ojek Online Zona I (Sumatera, Bali, dan Jawa selain Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi)

Biaya jasa batas bawah: Rp 2.000 per kilometer (km)

Biaya jasa batas atas: Rp 2.500 per km

Biaya jasa minimal dengan rentang biaya jasa per 4 km pertama antara Rp 8.000 sampai Rp 10.000


- Tarif Ojek Online Zona II (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi/Jabodetabek)

Biaya jasa batas bawah: Rp 2.550 per km

Biaya jasa batas atas: Rp 2.800 per km

Biaya jasa minimal dengan rentang biaya jasa per 4 km antara Rp 10.200 sampai Rp 11.200


- Tarif Ojek Online Zona III (Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan sekitarnya, Maluku, dan Papua)

Biaya jasa batas bawah: Rp 2.300 per km

Biaya jasa batas atas: Rp 2.750 per km

Biaya jasa minimal dengan rentang biaya jasa per 4 km antara Rp 9.200 sampai Rp 11.000.

Baca Juga: Layanan Bebas Ongkir Bisa Meningkatkan Transaksi Konsumen Baru GOTO

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat

Terbaru