Wall Street Ambles, Dow Jones dan S&P 500 Turun Lebih dari 1%

Selasa, 27 September 2022 | 08:00 WIB Sumber: Reuters
Wall Street Ambles, Dow Jones dan S&P 500 Turun Lebih dari 1%

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street kembali ditutup melemah pada perdagangan awal pekan ini. Tiga indeks utama kompak koreksi dengan indeks S&P 500 dan Dow ditutup ambles lebih dari 1% karena investor khawatir dengan keagresifan Federal Reserve (THe Fed) terhadap inflasi yang dapat membuat ekonomi Amerika Serikat (AS) turun tajam.

Senin (26/9), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup anjlok 1,11% ke 29.260,81, indeks S&P 500 ambles 1,03% menjadi 3.655,04 dan indeks Nasdaq Composite turun 0,6% ke 10.802,92.

Sepuluh dari 11 sektor pada indeks S&P 500 turun. Koreksi terbesar terjadi pada sektor di real estate dan energi yang melemah 2,6%

Sementara itu penguatan pada saham Amazon dan Costco Wholesale Corp, membantu membatasi pelemahan pada indeks Nasdaq.

Setelah dua minggu, sebagian besar pasar saham AS mengalami kerugian stabil, Dow Jones Industrial Average mengonfirmasi telah berada di pasar bearish sejak awal Januari.

Baca Juga: Wall Street Bergerak Mixed di Awal Pekan

Indeks S&P 500 pun sudah mengkonfirmasi berada di pasar bearish pada bulan Juni dan pada hari Senin mengakhiri sesi di bawah penutupan terendah sejak pertengahan Juni, serta memperpanjang aksi jual keseluruhan tahun ini.

Dengan sinyal The Fed pada pekan lalu bahwa suku bunga tinggi dapat bertahan hingga 2023, S&P 500 telah melepaskan keuntungan terakhir yang dibuat dalam reli musim panas lalu.

"Investor hanya menyerah," kata Jake Dollarhide, Chief Executive Officer Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma.

"Ini ketidakpastian tentang tanda air tinggi untuk suku bunga dana The Fed. Apakah 4,6%, apakah 5%? Apakah sekitar 2023?"

Keyakinan di antara para pedagang saham juga terguncang oleh pergerakan dramatis di pasar valuta asing global karena sterling mencapai titik terendah sepanjang masa di tengah kekhawatiran bahwa rencana fiskal baru pemerintah Inggris yang dirilis Jumat mengancam akan membebani keuangan negara itu.

Itu menambah lapisan volatilitas ekstra ke pasar, di mana investor khawatir tentang resesi global di tengah inflasi yang tinggi selama beberapa dekade. Indeks Volatilitas CBOE, melayang di dekat tertinggi tiga bulan.

Baca Juga: Serentak Naikkan Suku Bunga, Bank Sentral Bisa Cederai Perekonomian Global

Dow sekarang sudah ambles 20,5% dari rekor penutupan tertinggi yang terjadi pada 4 Januari. Menurut definisi yang banyak digunakan, mengakhiri sesi turun 20% atau lebih dari rekor penutupan tertinggi menegaskan Dow telah berada di pasar bearish sejak mencapai puncak di Januari lalu.

Sedangkan, indeks S&P 500 belum turun di bawah level terendah harian pada 17 Juni. Sejauh ini, S&P 500 sudah turun sekitar 23% pada tahun 2022.

Pada sesi kali ini, saham operator kasino Wynn Resorts, Las Vegas Sands Corp dan Melco Resorts & Entertainment melonjak antara 11,8% hingga 25,5% setelah Makau berencana untuk membuka grup tur China daratan pada November untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru