IPO

Widodo Makmur Unggas akan gunakan 74,3% hasil IPO untuk perluas sarana produksi

Rabu, 06 Januari 2021 | 06:42 WIB   Reporter: Ika Puspitasari
Widodo Makmur Unggas akan gunakan 74,3% hasil IPO untuk perluas sarana produksi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Widodo Makmur Unggas (WMU) akan melepas sebanyak-banyaknya 5,92 miliar saham dalam penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Jika melihat prospectus Widodo Makmur Unggas, total saham tersebut setara dengan 35% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan nilai nominal sebesar Rp 50 per saham.

“Saham-saham Yang Ditawarkan dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham ini seluruhnya adalah Saham Baru yang dikeluarkan dari portepel Perseroan dan akan memberikan kepada pemegangnya hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham lainnya dari Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh, termasuk hak atas pembagian dividen, hak untuk mengeluarkan suara dalam RUPS, hak atas pembagian saham bonus dan hak memesan Efek terlebih dahulu sesuai dengan ketentuan dalam UUPT,” papar manajemen Widodo Makmur Unggas.

Adapun alokasi dana hasil penawaran Umum Perdana Saham, sekitar 74,3% akan digunakan untuk ekspansi WMU dengan menambah serta memperluas sarana produksi.

Baca Juga: Widodo Makmur Unggas akan IPO bulan ini, bidik dana hingga Rp 2 triliun

“Salah satunya akan digunakan untuk pembangunan fasilitas Breeding PS Farm berlokasi di Dukuh Klampok, Desa Kalitekuk, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan target operasi bulan Mei tahun 2021 di atas tanah seluas 81.000m2,” jelasnya.

Selanjutnya WMU juga akan menggunakan dana IPO untuk pembangunan fasilitas Layer Commercial Farm berlokasi di Desa Sawit, Ngerangan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah dengan target operasi pada bulan September tahun 2021 di atas tanah seluas 5.900m2.

Kemudian, rencana ekspansi lainnya adalah pembangunan fasilitas Hatchery berlokasi di Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat dengan target operasi bulan Agustus tahun 2021 di atas tanah seluas 11.000m2. Alasan dan pertimbangannya adalah untuk meningkatkan kapasitas produksi peternakan ayam terintegrasi untuk mendukung pertumbuhan usaha Perseroan.

Sedangkan, sekitar 25,7% akan digunakan untuk modal kerja WMU terutama untuk pembelian bahan baku pada Feedmill dan pembelian Ayam Broiler Komersial untuk Slaughterhouse.

Adapun masa penawaran umum saham Widodo Makmur Unggas pada 7 Januari 2021 mendatang. Perkiraan masa penawaran umum perdana saham pada 21 Januari hingga 25 Januari 2021. Selanjutnyya tanggal penjatahan diperkirakan pada 27 Januari 2021, distribusi saham elektronik serta pengembalian uang pemesanan pada 28 Januari 2021. Kemudian tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 29 Januari 2021.

Selanjutnya: Ini rincian penggunaan dana hasil IPO Widodo Makmur Unggas

 

Editor: Noverius Laoli
Terbaru