Akan Diakusisisi Investor China, Harga Saham KOKA Mendaki Sejak Awal 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 06:05 WIB
Akan Diakusisisi Investor China, Harga Saham KOKA Mendaki Sejak Awal 2026

ILUSTRASI. Akan Diakusisisi Investor China, Harga Saham KOKA Mendaki Sejak Awal 2026


Reporter: Avanty Nurdiana  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) terus mendaki sejak awal tahun 2026. Hal ini tak lepas dari rencana masuknya investor baru asal China yang akan mengakuisisi perusahaan konstruksi tersebut.

Harga saham KOKA pada perdagangan Selasa 6 Januari 2026 ditutup di level 292, naik 32 poin atau 12,31% dibanding sehari sebelumnya. Dalam perdagangan lima hari terakhir, harga saham KOKA terakumulasi 70 poin atau 31,53%. 

Kenaikan ini sejalan dengan rencana Ningbo Lixing Enterprise Management Co., Ltd. untuk mengakuisisi 63,5% saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam KOKA. 

“Saat ini proses akuisisi masih berjalan dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan di Indonesia terutama di bidang pasar modal,” ujar manajemen KOKA dalam keterbukaan informasi di BEI pada 5 Januari 2026. 

Baca Juga: Meroket Hampir 100% Sebulan, Apakah Saham BUMI Layak Beli atau Jual?

Emiten yang bergerak di bidang jasa konstruksi ini mengaku belum mendapat persetujuan dari BEI dan OJK terkait pengendalian hingga Rabu 24 Desember, saat pihaknya mengadakan publik ekspose. 

KOKA juga menjelaskan jika belum ada rencana ekspansi dalam waktu dekat ini. Tapi yang pasti menurut manajemen, KOKA dan Ningbo Lixing Enterprise Management (NLEM) sepakat dalam waktu dekat untuk mengembangkan pada fokus bisnis usaha saat ini di bidang jasa konstruksi. 

“Saat berjalannya proses akuisisi ini, NLEM telah membantu KOKA untuk mendapatkan kontrak baru proyek konstruksi. Pasca proses akuisisi, NLEM dan perusahaan akan bisa lebih bersinergi lagi untuk meningkatkan kinerja termasuk mendapatkan kontrak baru,” terang KOKA dalam materi hasil publik ekspose. 

Tonton: Cadangan Minyak Venezuela Terbesar di Dunia, Terancam Dikuasai AS?

Selanjutnya KOKA menjelaskan jika pasca akuisisi saat ini perusahaan dan NLEM sedang menyusun rencana strategis lainnya untuk mengikuti proses tender proyek lainnya yang ada di Indonesia yang mana proses tender proyek terkait akan di mulai di tahun 2026.

KOKA menyebut proses akuisisi oleh Ningbo Lixing Enterprise Management Co. Ltd baru sebatas menandatangani dokumen MoU yang bersifat non legal binding. 

Sehingga proses lanjutan belum jelas benar. Manajemen KOKA menyebut, pihaknya mengaku jika proses sudah selesai dan ada perubahan komposisi pemegang saham maka pihaknya akan melakukan keterbukaan informasi. “Kami masih dalam pembahasan antara KOKA dan NLEM,” tegas dia. 

Dalam keterbukaan informasi KOKA pada 16 September 2025 dipaparkan Ningbo Lixing sebagai pemegang saham dan pengendali baru KOKA akan melaksanakan tender offer sesuai aturan. 



 

ESDM Beri Relaksasi RKAB 2026, Tambang Tetap Bisa Berproduksi hingga 31 Maret

Selanjutnya: Tengok Ramalan 12 Zodiak Keuangan dan Karier Hari Ini Rabu 7 Januari 2026

Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Hari Ini (7/1), Provinsi Ini Alami Hujan Sangat Lebat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru