BEI evaluasi fast entry, Bukalapak (BUKA) jadi anggota baru lima indeks saham

Rabu, 22 September 2021 | 21:39 WIB   Reporter: Nur Qolbi
BEI evaluasi fast entry, Bukalapak (BUKA) jadi anggota baru lima indeks saham

ILUSTRASI. Perusahaan unicorn PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) masuk menjadi anggota baru lima indeks saham.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan unicorn PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) masuk menjadi anggota baru lima indeks saham setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan evaluasi fast entry. Lima indeks saham yang dimaksud adalah indeks IDX30, LQ45, IDX80, JII, dan JII70. 

Berdasarkan pengumuman BEI tanggal 22 September 2021, di indeks IDX30, LQ45, dan IDX80, BUKA masing-masing mendepak saham PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT Link Net Tbk (LINK). Kemudian, di indeks JII dan JII70, BUKA menggantikan saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dan PT Ultrajaya Milk Tbk (ULTJ).

Anggota indeks IDX30, LQ45, dan IDX80 hasil evaluasi fast entry ini akan berlaku efektif 29 September 2021-Januari 2022. Sementara itu, dengan adanya evaluasi fast entry, evaluasi minor untuk indeks JII dan JII70 yang seharusnya efektif pada tanggal 1 Oktober 2021 dimajukan menjadi 29 September 2021 dan berlaku hingga November 2021.

Baca Juga: Tahun 2021, BEI kembali catat rekor perolehan dana IPO terbesar

Sebelumnya, Direktur Pengembangan Pasar BEI Hasan Fawzi mengatakan, kebijakan evaluasi fast entry diberlakukan karena mempertimbangkan kebutuhan indeks yang lebih mewakili dinamika pasar. "Kebijakan fast entry indeks memungkinkan perusahaan tercatat yang memenuhi kriteria tertentu untuk dapat masuk sebagai konstituen indeks lebih awal sebelum periode evaluasi periodik," kata Hasan kepada wartawan melalui pesan singkat, Kamis (16/9).

Dalam pengumuman tanggal 4 Agustus 2021, BEI menyebutkan, ada tiga kriteria bagi perusahaan tercatat untuk dipertimbangkan dapat segera masuk (fast entry) ke dalam konstituen indeks.

 

 

Pertama, telah tercatat minimal 20 hari bursa. Kedua, memiliki kapitalisasi pasar free float minimal berada pada peringkat 5 atau minimal 2% dari total kapitalisasi pasar free float indeks IDX30. Ketiga, memenuhi kriteria dan mengikuti proses seleksi indeks IDX30 yang ditentukan oleh BEI. 

Jika perusahaan tercatat telah memenuhi kriteria tersebut, maka akan masuk sebagai konstituen indeks IDX30, LQ45, dan IDX80. Emiten juga akan menjadi anggota indeks JII dan JII70 jika termasuk saham syariah, lalu indeks IDX BUMN20 jika termasuk BUMN/BUMD/Afiliasi, dan indeks IDX-MES BUMN 17 jika tergolong saham syariah dan BUMN/Afiliasi.

Baca Juga: Belum banyak unicorn yang IPO di Indonesia, ini sebabnya

Editor: Wahyu T.Rahmawati
Terbaru