Rekomendasi

Bisnis semen masih menantang, berikut rekomendasikan saham Indocement (INTP)

Senin, 17 Mei 2021 | 19:51 WIB   Reporter: Danielisa Putriadita
Bisnis semen masih menantang, berikut rekomendasikan saham Indocement (INTP)

ILUSTRASI. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) masih menghadapi tantangan cukup berat di tahun ini.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek kinerja  PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) berpotensi cerah seiring beragam kebijakan yang mendukung pembangunan sektor properti dan infrastruktur. Namun, para analis memandang berbagai tantangan masih akan menghampiri di tahun ini.

Analis PT Valbury Serkuritas Indonesia Budi Rustanto dalam risetnya menyebutkan, sejumlah tantangan masih akan INTP hadapi. Salah satunya, kelebihan pasokan semen yang diperkirakan mencapai 55 juta ton bersamaan dengan utilization rate (tingkat pemanfaatan) yang berada di 55% di tahun ini.

Kepala Riset Yuanta Sekuritas Chandra Pasaribu juga memandang kelebihan pasokan semen masih sangat masif terjadi di tahun ini. Tantangan lain juga datang dari kenaikan harga energi terutama batubara dan kertas semen.

Sementara, Analis PT Maybank Kim Eng Securities Isnaputra Iskandar dalam riset menuliskan, tidak khawatir pada kenaikan harga batubara selama INTP mampu meningkatkan porsi penggunaan batubara berkalori rendah atau low CV coal terhadap total konsumsi batubara mereka.

Baca Juga: Pangsa pasar Indocement (INTP) di luar Jawa naik, ini sejumlah pendorongnya

Isnaputra mencatat, porsi penggunaan batubara berkalori rendah meningkat di kuartal I-2021 yaitu 89% dibanding 2020 yang sebesar 80%. "Angka porsi tersebut mengindikasikan INTP mampu menjaga pengeluaran batubara relatif rendah," kata Isnaputra.

Di tiga bulan pertama tahun ini, Isnaputra juga mencatat, penggunaan fuel (minyak) alternatif sebesar 12,2% dari total penggunaan minyak. Angka tersebut lebih tinggi dari 9,3% di tahun lalu. Efisiensi yang INTP lakukan ini menurut Isnaputra bisa membuat perusahaan hanya menaikkan rata-rata harga jual 0,8% untuk menetralisir dampak dari 5% kenaikan harga batubara.

Tantangan lain, Budi mengatakan  persaingan di industri semen bisa semakin ketat dengan kemunculan produk baru. Ia melihat munculnya semen Hongshi dan semen Grobogan di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Namun, Budi berharap harga jual semen akan relatif stabil di tahun ini.

Chandra memproyeksikan, pendapatan INTP akan tetap tumbuh 7,1% di tahun ini secara tahunan. Sementara, EBITDA tumbuh 11,2%. Chandra merekomendasikan beli saham INTP di target harga Rp 14.200 per saham.

Kompak, Budi juga merekomendasikan beli saham INTP di target harga 14.500. Begitu pula Isnaputra juga merekomendasikan beli saham INTP di target harga Rp 17.500 per saham.

 

 

Selanjutnya: Penjualan diprediksi membaik di semester II, ini rekomendasi saham Indocement (INTP)

 

Editor: Khomarul Hidayat
Terbaru