Bursa Jumat (4/11) Segera Dimulai, Cermati Dahulu Prediksi IHSG & Rekomendasi Saham

Jumat, 04 November 2022 | 08:35 WIB   Reporter: Nur Qolbi, Yudho Winarto
Bursa Jumat (4/11) Segera Dimulai, Cermati Dahulu Prediksi IHSG & Rekomendasi Saham


KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) segera membuka jam perdagangan saham edisi hari ini Jumat 4 November 2022. Sebelum memulai transaksi, investor lebih baik mencermati terlebihi dahulu prediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rekomendasi saham pada perdagangan hari ini, Jumat 4 November 2022.

Investor perlu mencermati prediksi pergerakan IHSG karena ada potensi terkoreksi pada hari ini. Prediksi IHSG hari ini terkoreksi setelah perdagangan hari sebelumnya mengalami penguatan. IHSG tercatat naik 0,27% ke level 7.034,57 pada perdagangan Kamis (3/11).

Selain faktor profit taking, prediksi IHSG hari ini turun akibat adanya sentimen negatif dari Amerika Serikat. Wall Street ditutup memerah untuk empat hari berturut-turut, Kamis (3/11) atau Jumat (4/11) pagi waktu Indonesia.

Penurunan terjadi sehari setelah Federal Reserve menyampaikan kenaikan suku bunga tiga perempat poin lagi dan mengisyaratkan bahwa pivot atau penurunan suku bunga tidak akan datang dalam waktu dekat.

Baca Juga: Prediksi IHSG Jumat (4/11) Turun, Ini Saham Pilihan Analis Untuk Dapat Cuan

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 146,51 poin atau 0,46% menjadi ditutup pada 32.001,25. S&P 500 kehilangan 1,06% menjadi berakhir di 3.719,89 dan  Nasdaq Composite turun 1,73% menjadi menetap di 10.342,94.

Imbal hasil US Treasury melonjak karena para pedagang mencerna keputusan suku bunga terbaru, memberi tekanan pada ekuitas. Hasil pada catatan Treasury 2-tahun mencapai level tertinggi sejak Juli 2007 dan imbal hasil Treasury 10-tahun  muncul 9 basis poin menjadi sekitar 4,15%.

Kabar negatif dari AS telah menekan pasar saham pada pembukaan pagi ini.  Bursa saham Asia-Pasifik dibuka lebih rendah pada hari Jumat (4/11).

Indeks Nikkei 225′s Jepang turun 1% pada awal perdagangan dan Topix turun 0,8%. Di Korea Selatan, Kospi menurun secara fraksional. Kosdaq turun 0,36%. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang sedikit berubah.

Indeks S&P/ASX 200 Australia tergelincir 0,23%. Reserve Bank of Australia dijadwalkan untuk merilis pernyataan kebijakan moneter Jumat nanti.

Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan prediksi IHSG akan bergerak fluktuatif dalam rentang 6.980-7.100 pada Jumat (4/11). 

Secara teknikal, Stochastic RSI masih berada dalam fase minor bearish reversal, meski negative slope di MACD cenderung melandai seiring dengan rebound pada Kamis (3/11).

Akan tetapi, terbentuknya pola shooting star pada sejumlah saham emiten komoditas tersebut memicu keraguan terhadap potensi rebound lanjutan pada perdagangan hari ini Jumat (4/11).

Meskipun begitu, Valdy melihat, HRUM, AKRA, PTBA dan INDY merupakan saham batubara yang berpeluang mengalami rebound lanjutan di Jumat (4/11). 

Emiten lain yang dapat diperhatikan adalah sektor perbankan, diantaranya BBCA, BMRI, BDMN, dan PNBN.

Valdy berkeyakinan bahwa kinerja sektor perbankan di Indonesia secara keseluruhan masih positif di 2022 ini. "Hal ini terlihat dari kinerja positif dari sejumlah bank besar di Amerika Serikat dan Eropa, serta bank-bank besar di Indonesia pada kuartal III-2022 meski dibayangi tren kenaikan suku bunga global," tutur Valdy.

Analis Indo Premier Sekuritas Mino prediksi IHSG akan lanjut menguat dengan level support diperkirakan berada di 6.995 dengan resistance di 7.070. "Sentimennya masih akan seputar rencana pembagian dividen, harga komoditas, dan ekspektasi solidnya data pertumbuhan ekonomi kuartal III-2022 yang akan dirilis awal minggu depan," kata Mino saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (3/11).

Mino menyarankan pelaku pasar untuk mencermati empat saham berikut pada Jumat (4/11), yaitu BMRI, BBRI, PGAS, dan ITMG.

Itulah prediksi IHSG dan rekomendasi saham pilihan untuk trading hari ini, Jumat 4 November 2022. Ingat disclaimer on, segala risiko investasi atas rekomendasi saham di atas menjadi tanggung jawab sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto

Terbaru