Bursa Saham (22/11) Segera Dimulai, Cermati Dulu Rekomendasi Analis Berikut

Selasa, 22 November 2022 | 08:30 WIB   Reporter: Anna Suci Perwitasari, Yuliana Hema
Bursa Saham (22/11) Segera Dimulai, Cermati Dulu Rekomendasi Analis Berikut

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) segera memulai jam perdagangan saham edisi hari ini, Selasa 22 November 2022. Sebelum melakukan transaksi, investor perlu mencermati prediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rekomendasi saham pilihan analis pada perdagangan hari ini, Selasa 22 November 2022.

Prediksi IHSG hari ini penting untuk dicermati karena ada potensi penurunan. Meski pasar terkoreksi, investor tetap bisa meraih cuan dengan mencermati rekomendasi saham pilihan analis.

Prediksi IHSG hari ini akan turun lagi setelah terkoreksi pada perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Senin (21/11) IHSG turun 0,27% ke posisi 7.063,24.

Salah satu sentimen yang diprediksi akan melemahkan IHSG hari ini adalah kabar negatif dari bursa Amerika Serikat (AS). Wall Street ditutup melemah di awal pekan ini.

Sentimen negatif datang dari kekhawatiran bahwa China dapat melanjutkan langkah-langkah yang lebih ketat untuk memerangi Covid-19 setelah dikatakan menghadapi ujian pandemi yang paling parah.

Baca Juga: Prediksi IHSG Hari Ini (22/11) Turun, Rekomendasi 8 Saham Ini Jangan Terlewatkan

Senin (21/11), Dow Jones Industrial Average ditutup turun 45,41 poin atau 0,13% menjadi 33.700,28, indeks S&P 500 melemah 15,4 poin atau 0,39% ke 3.949,94 dan indeks Nasdaq Composite ambles 121,55 poin atau 1,09% ke 11.024,51.

Dengan hasil ini, S&P 500 memperpanjang penurunannya dari minggu sebelumnya ketika beberapa pejabat Federal Reserve mengulangi janji bank sentral untuk menaikkan suku bunga sampai inflasi terkendali, karena investor sekarang menunggu rilis risalah dari pertemuan Fed November pada hari Rabu.

Sektor energi pada indeks S&P 500 turun hampir 3% ke level terendah dalam empat minggu karena harga minyak jatuh lebih dari 5% setelah laporan bahwa Arab Saudi dan produsen minyak OPEC lainnya sedang mendiskusikan peningkatan produksi. Pelemahan sektor energi ini sudah berhasil ditekan jelang penutupan setelah Arab Saudi membantah pembicaraan tentang hal itu.

Analis Sinarmas Sekuritas Mayang Anggita prediksi pergerakan IHSG pada awal pekan ini belum mampu menembus resistance di rentang 7.109–7.136.

Dia bilang support 6.963–6,956 diharapkan mampu menopang pergerakan IHSG, atau setidaknya bergerak di atas trendline jangka panjang 6,880 demi mempertahankan tren naik tetap solid.

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova prediksi IHSG hari ini berpotensi uji support di level 7.030 dengan resistance 7.100. Pergerakan IHSG akan lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen regional.  "Karena dalam negeri belum ada agenda pengumuman data ekonomi pekan ini," kata Ivan kepada Kontan, Senin (21/11). 

Senada, Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher mencermati pergerakan IHSG hari ini masih akan dipengaruhi sentimen eksternal karena di dalam negeri masih minim sentimen. 

Secara teknikal, Dennis menjabarkan stochastic membentuk deadcross sehingga mengindikasikan potensi pelemahan. Ia prediksi IHSG hari ini berpotensi uji support di 7.039 dan 7.016, dengan resistance 7.096 dan 7.130. 

"Dari global masih ada tekanan terkait potensi kenaikan suku bunga The Fed. Sementara dari dalam negeri masih minim akan sentimen," papar dia.

Untuk perdagangan Selasa (22/11), Dennies merekomendasikan hold saham TOWR. Kemudian sell saham MDKA dan BBRI, dan spec buy pada saham ADHI. Sementara dari Ivan, investor bisa melirik saham ADRO, TLKM, BBCA, BRPT.

Harga saham BBRI pada perdagangan Senin 21 November 2022 ditutup di level 4.590, turun 20 poin atua 0,43%. Selama perdagangan 5 hari terakhir, harga saham BBRI cenderung stagnan.

Itulah prediksi IHSG dan rekomendasi saham pilihan untuk trading hari ini, Selasa 22 November 2022. Ingat disclaimer on, segala risiko investasi atas rekomendasi saham di atas menjadi tanggung jawab Anda sendiri.

Selanjutnya: Bursa Asia Bervariasi di Pagi Ini (22/11), Investor Cenderung Berhati-hati

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto

Terbaru