Rekomendasi

Harga Emas Cetak Rekor: Peluang Cuan Saham Emiten Emas Masih Ada?

Selasa, 27 Januari 2026 | 06:51 WIB
Harga Emas Cetak Rekor: Peluang Cuan Saham Emiten Emas Masih Ada?

ILUSTRASI. Harga Emas Cetak Rekor: Peluang Cuan Saham Emiten Emas Masih Ada?


Reporter: Noverius Laoli, Yuliana Hema  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Harga emas kembali memecah rekor tertinggi pada Senin, 26 Januari 2026. Bersamaan itu, harga emiten emas pun naik tinggi. Apakah saham emiten emas masih memiliki prospek investasi yang layak dibeli?

Harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi pada perdagangan Senin (26/1/2026), menembus level US$ 5.100 per ons. 

Lonjakan ini dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik global yang mendorong investor beralih ke aset aman (safe haven). Kenaikan tajam juga terjadi pada perak dan platinum yang sama-sama menyentuh rekor baru.

Harga emas spot naik sekitar 2% ke US$ 5.077,22 per ons pada siang hari waktu New York, setelah sempat menyentuh rekor US$ 5.110,50. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup menguat 2,1% di level US$ 5.082,50 per ons.

Baca Juga: Saham IPO 2026: 4 Emiten Baru Bawa Peluang Cuan Besar

Kenaikan logam mulia ini turut menyulut kenaikan harga saham emiten emas. Ambil contoh, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melesat 10,96% ke level Rp 4.760 pada Senin (26/1/2026).

Pasalnya, kenaikan harga emiten emas ini sudah terjadi sejak tahun lalu. Saham ANTM dalam setahun terakhir sudah melesat 241,22%. Di periode yang sama, saham MDKA naik 118,35%.

Kalau dicermati, kata Nico, harga emas dunia menguat karena beberapa sentimen. Salah satunya, kondisi dunia yang penuh dengan ketidakpastian karena kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

“Dengan kenaikan harga saham berbasis emas, aksi profit taking berpeluang terjadi, apalagi ketika sudah melewati batas valuasi yang wajar sebab harus ada re-evaluasi ulang,” kata Nico.

Tonton: KAI Mulai Buka Pemesanan Tiket Kereta Lebaran 2026

Ruang kenaikan terbatas

Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer menilai secara relatif valuasi saham emiten emas saat ini sudah berada di level yang cukup tinggi sehingga ruang kenaikan semakin terbatas.

“Risk and reward saham emas saat ini sudah tidak begitu menarik sehingga kami merekomendasikan hold bagi investor yang sudah mengakumulasi di harga yang lebih rendah,” jelasnya.

Dari beberapa emiten berbasis emas, saham pilihan Miftahul jatuh pada PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA). Dia rekomendasikan hold HRTA dengan target harga di Rp 2.800 per saham..

Sementara dari emiten berbasis emas yang ada di Bursa Efek Indonesia, Nico masih menyukai saham ANTM, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS).

Prabowo Panggil Purbaya, Bahlil hingga Panglima ke Hambalang, Bahas Apa?

 

Selanjutnya: Katalog Promo Superindo Weekday Diskon hingga 40% Periode 26-29 Januari 2026

Menarik Dibaca: Katalog Promo Superindo Weekday Diskon hingga 40% Periode 26-29 Januari 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Video Terkait


Terbaru