Harga Nikel dan Stainless Steel Naik, Simak Rekomendasi Saham INCO dan ANTM

Selasa, 11 Januari 2022 | 20:42 WIB   Reporter: Nur Qolbi
Harga Nikel dan Stainless Steel Naik, Simak Rekomendasi Saham INCO dan ANTM

ILUSTRASI. Sejumlah articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel PT. Vale (INCO)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kontrak berjangka baja tahan karat (stainless steel) China melonjak lebih dari 5% pada Selasa (11/1). Hal ini didorong kekhawatiran terhadap pasokan yang ketat karena produsen memangkas produksi, sedangkan harga nikel sebagai bahan bakunya juga meningkat.

Berdasarkan Market Insider, harga nikel pada perdagangan Senin (10/1) ditutup di level US$ 21.045 per ton. Harga tersebut naik 2,78% dibanding harga per Kamis (6/1) yang berada di US$ 20.475 per ton.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Ardiastama mengatakan, kenaikan harga stainless steel dan nikel dapat menjadi sentimen positif bagi Indonesia. Sebagaimana diketahui, Indonesia merupakan salah satu penghasil nikel terbesar di dunia.

Dengan begitu, emiten-emiten penghasil nikel seperti PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) bakal memperoleh efek positif.

"Kebijakan pemerintah dalam mendukung hilirisasi industri nikel juga menjadi katalis positif bagi industri nikel ke depan," kata Okie saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (11/1).

Baca Juga: Analis Merekomendasikan Saham Vale Indonesia (INCO), Ini Pertimbangannya

Oleh karena itu, Okie masih cukup optimistis pada kedua saham tersebut untuk tahun 2022. Okie masih memasang rekomendasi buy pada INCO dengan target harga Rp 5.130 dan buy ANTM dengan target harga Rp 2.380 per saham.

Akan tetapi, saat ini, pergerakan harga saham produsen nikel bertolak belakang dengan kenaikan harga nikel acuan. Secara year to date sampai dengan Selasa (11/1), INCO turun 9,19% ke level Rp 4.250 dan ANTM terkoreksi 7,56% menjadi Rp 2.080 per saham.

Menurut Okie, penurunan harga saham tersebut sejalan dengan adanya rumor bahwa MIND ID akan kembali membeli saham INCO. Pelaku pasar mengantisipasi adanya aksi korporasi seperti rights issue.

Dalam waktu dekat, pelaku pasar juga cenderung menghindari saham tersebut sampai adanya kepastian mengenai rumor itu. Meskipun begitu, Okie menilai, jika akuisisi INCO benar-benar  terlaksana, maka dapat memperkuat sinergi industri nikel dalam negeri ke depannya.

 

 

Selanjutnya: Menteri BUMN Tegaskan Restrukturisasi Garuda (GIAA) Harus Dilakukan Secara Menyeluruh

Editor: Yudho Winarto
Terbaru