Harga Saham Emiten Sawit DSNG Ini Sedang Melorot, Saatnya Jual atau Beli?

Kamis, 19 Mei 2022 | 08:15 WIB   Reporter: Adi Wikanto, Hikma Dirgantara
Harga Saham Emiten Sawit DSNG Ini Sedang Melorot, Saatnya Jual atau Beli?


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia edisi hari Kamis 19 Mei 2022 segera dimulai. Sebelum melakukan transaksi, simak rekomendasi saham untuk dibeli pada perdagangan hari ini, yakni untuk saham saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG).

Harga saham DSNG sedang melemah selama sebulan terakhir. Penurunan harga saham DSNG ini adalah kesempatan bagus untuk masuk.

Harga saham DSNG pada perdagangan Rabu 18 Mei 2022 ditutup di level 535, turun 15 poin atau 2,73% dibandingkan sehari sebelumnya. Dalam sebulan terakhir, harga saham DSNG berkurang 125 poin atau 18,94%.

Head of Reserach Henan Putihrai Sekuritas Robertus Hardy memberikan rekomendasi beli DSNG dengan target harga Rp 850 per saham. Ia meyakini DSNG punya peluang yang menjanjikan lantaran merupakan salah satu emiten sawit dengan usia rata-rata pohon yang lebih muda dibanding perusahaan-perusahaan sejenis.

Tercatat, rata-rata usia pohonnya berada di 12,7 tahun. Seluas 102.700 hektare (ha) di antaranya merupakan area yang prima dari 112.600 ha secara keseluruhan. “Apalagi, DSNG juga punya 12 pabrik pengolahan yang mampu memproses sebanyak 615 ton tandan buah segar per jamnya. Sehingga DSNG berpotensi memulihkan volume produksinya pada tahun ini,” ujar Robertus kepada Kontan.co.id, Rabu (18/5).

Baca Juga: Saham-Saham yang Banyak Dikoleksi Asing Saat IHSG Menguat pada Rabu (18/5)

Robertus bilang, pada tahun lalu produksi CPO DSNG terhambat cuaca buruk. Namun, dia optimistis tahun ini DSNG bisa memulihkan produksinya dengan kenaikan produksi tandan buah segar (TBS) sebesar 20% secara yoy. 

Selain itu, dia menyebut DSNG tidak akan terdampak signifikan akibat kenaikan harga pupuk pada tahun ini. Pasalnya, DSNG sudah mengamankan pasokan pupuk untuk sepanjang tahun 2022. 

Katalis positif lain yang dapat menopang kinerja DSNG ke depan adalah segmen bisnis kayunya. Menurut Robertus, segmen ini punya peluang pasar yang masih cukup besar. Apalagi, permintaan produk kayu yang semakin tinggi pada segmen properti menengah-atas.

Tercatat, pendapatan segmen ini tumbuh sebesar 42,2% secara yoy menjadi Rp 405 miliar pada kuartal I-2022. Bahkan, kontribusi pendapatan segmen ini juga meningkat dari 17,4% menjadi 24,6% terhadap keseluruhan pendapatan DNSG. 

Sejauh ini, segmen kayu milik DSNG memang masih fokus untuk tujuan ekspor, seperti Jepang, Amerika Serikat dan Kanada.  Sementara untuk pasar domestik, segmen ini lebih berfokus untuk menjual ke proyek pembangunan seperti apartemen, bandara, hingga bangunan di ibu kota baru.

“Namun, DSNG juga sudah berencana untuk melebarkan pasarnya dengan menyasar konsumen ritel. Rencananya, DSNG akan membuka showroom pertamanya di Alam Sutera,” imbuhnya. 

Robertus juga menyebut kelanjutan rally harga CPO turut menjadi katalis positif untuk DGNS.

 

Belakangan ini harga CPO di pasar dunia kembali tren naik. Pada perdagangan 18 Mei 2022, harga CPO di pasar dunia mencapai RM 6.134 per metrik ton, naik 18 poin atau 0,29% dari sehari sebelumnya.

 

Itulah rekomendasi saham DSNG untuk perdagangan hari ini, Kamis 19 Mei 2022. Ingat disclaimer on, segala risiko investasi atas rekomendasi saham DSNG di atas menjadi tanggung jawab para pembaca sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto

Terbaru