Harga Saham Ini Naik Ratusan Persen September 2022, Cek yang Masih Layak Beli

Selasa, 04 Oktober 2022 | 09:05 WIB   Reporter: Sugeng Adji Soenarso
Harga Saham Ini Naik Ratusan Persen September 2022, Cek yang Masih Layak Beli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga sejumlah saham meningkat hingga ratusan persen pada September 2022. Meski demikian, investor masih belum terlambat untuk mengoleksi beberapa saham tersebut. Masih ada potensi penguatan harga saham pada periode mendatang.

Kenaikan harga saham yang tinggi pada bulan September lalu didominasi oleh saham berkapitalisasi kecil. Berdasarkan data Bloomberg, kenaikan harga saham tertinggi adalah PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO) yang mencapai sebesar 373,12% sepanjang September 2022.

Kenaikan harga saham tertinggi kedua pada September 2022 adalah PT Ancora Indonesia Resources (OKAS) yang meningkat 232,69%.

Selanjutnya, kenaikan harga saham tertinggi pada September 2022 adalah PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) yang naik 197,14%. Lalu kenaikan harga saham tertinggi juga terjadi pada PT OBM Drilchem Tbk (OBMD) yang naik 188,05%.

Baca Juga: Inilah Saham Terbaik September 2022, Apakah Oktober Ini Masih Layak Beli Atau Jual?

Kemudian, kenaikan harga saham tertinggi pada September 2022 lainnya adlaah PT SLJ Global Tbk (SULI) dengan kenaikan harga 181,82%. Saham yang naik harga tinggi selanjutnya pada September 2022 adalah PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS) dengan kenaikan harga 166,67%.

PT Pratama Abadi Nusa Industri (PANI) juga menjadi dengan kenaikan harga tertinggi pada September 2022 sebesar 155,03%. Kemudian, saham terbaik pada September 2022 adalah PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) yang naik 125,59%; PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk (CAKK) 118,56%; dan PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) 108,33%.

Equity Analyst Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta Labora menilai, saham dengan kapitalisasi kecil yang menjadi saham terbaik di akhir kuartal ketiga dipengaruhi kondisi ekonomi makro. Ekonomi global dan domestik sedang mengalami ketidakpastian yang sangat tinggi dampak dari kenaikan inflasi dan suku bunga yang signifikan.

"Oleh karena itu, kami melihat peningkatan signifikan saham-saham kapitalisasi kecil sebagai rotasi pasar," ujarnya kepada Kontan.co.id, Minggu (2/10).

Rekomendasi saham terbaik

Andhika prediksi dari 10 emiten saham terbaik tersebut, saham TAYS, RAJA, dan SMDM masih berpotensi untuk melanjutkan penguatan. Saham TAYS didorong dari permintaan yang diproyeksikan akan meningkat karena kondisi makroekonomi global saat ini.

"Mayoritas masyarakat di saat inflasi menurut kami akan berfokus pada pemenuhan kebutuhan primer," ujar Andhika. 

Harga saham TAYS juga didorong oleh penguatan kinerja keuangan yang mencatatkan pertumbuhan pendapatan dalam empat tahun terakhir. Sejak 2020, TAYS juga mampu mencatatkan laba bersih dan konsisten bertumbuh sampai dengan 2021.

Kemudian, TAYS memiliki klien dengan cakupan besar seperti Alfamart, Alfamidi, dan Garuda Indonesia. Andhika juga melihat produk emiten sektor barang konsumen primer ini juga memiliki pasar yang besar.

"Kami proyeksikan TAYS masih bisa mengalami penguatan. Fair value dari kami untuk TAYS berada pada Rp 800 per saham-Rp 1.000 per saham," kata dia.

Baca Juga: Hari Ini Cum Date Pembayaran Dividen Interim UNTR, 2 Saham Lain Menyusul

Saham RAJA masih berpotensi untuk naik didorong perolehan laba bersih yang naik 976% secara year on year (YoY) dan naiknya harga minyak dunia yang signifikan pada semester pertama. Lalu, saham SMDM juga didorong dari perolehan laba bersih semester I yang melonjak 98,71% secara tahunan.

Andhika meyakini saat ini investor juga masih bisa untuk masuk pada ketiga saham tersebut. Secara teknikal, dia mencermati saham TAYS berada dalam tren strong bullish dan potensi kenaikan TAYS masih berkisar 53%-92% terhadap fair value.

Saham RAJA masih bullish dan berpotensi naik ke Rp 1.150 per saham-Rp 1.200 per saham. Lalu, saham SMDM secara teknikal masih dalam fase uptrend dan berpotensi mengalami kenaikan ke Rp 460 per saham.

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova melihat bahwa harga saham PICO, SULI, dan TAYS yang masih berpotensi menguat. "Sebab tren naiknya masih terjaga, tetapi perlu diperhatikan bila tren naik mulai patah hingga mengonfirmasi tren reversal," ujar Ivan.

Dengan batas stop loss yang disesuaikan toleransi risiko masing-masing serta size yang dibatasi pada saham-saham seperti ini, Ivan menilai investor bisa mengambil posisi trading buy.

Binaartha Sekuritas memasang target harga untuk PICO di Rp 500 per saham, SULI Rp 188 per saham, dan TAYS Rp 525 per saham.

Itulah rekomendasi saham terbaik pada September 2022 untuk perdagangan hari ini, 4 Oktober 2022. Ingat disclaimer on, segala risiko investasi atas rekomendasi saham di atas menjadi tanggung jawab Anda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto

Terbaru