KONTAN.CO.ID - Jakarta. Harga saham para emiten Grup Lippo anjlok setelah naik tinggi dalam perdagangan sebulan terakhir. Apakah sekarang saatnya jual atau beli sahham Grup Lippo?
Salah satu saham Grup Lippo yang naik tinggi adalah saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) tercatat naik 30,95% dalam sebulan terakhir. Namun pada perdagangan Selasa 27 Januari 2026, harga saham LPKR turun ke level 110, susut 6 poin atau 5,17% dibandingkan sehari sebelumnya.
Pada hari yang sama, harga saham PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) ditutup di level 875, anjlok 90 poin atau 9,33% dibandingkan sehari sebelumnya. Harga saham LPCK mencapai level tertinggi 980 pada 23 Januari 2026.
Baca Juga: Saham BREN, BUMI, HRTA 'Naik Kelas'! Cek Target Harga Barunya!
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi melihat, kenaikan saham Grup Lippo terutama dipicu oleh penurunan risk premium atas Meikarta setelah adanya kepastian arah pemanfaatan aset tersebut.
Dengan indikasi harga konstruksi kawasan Bekasi sekitar Rp13 juta per meter persegi, nilai ekonomi proyek ini diperkirakan mencapai puluhan triliun rupiah secara bruto.
Setelah kenaikan signifikan, khususnya di saham LPKR dan LPCK dalam sebulan terakhir, valuasi saham Lippo tidak lagi berada di zona sangat murah. Namun, secara selektif masih di bawah potensi nilai asetnya.
“Investor perlu mencermati perbaikan arus kas, leverage, serta kualitas laba, karena pasar akan semakin selektif dan berbasis fundamental, bukan sekadar sentimen,” ungkapnya.
Tonton: BGN Tegaskan Tidak Ada Pemaksaan Jika Ada Sekolah Tolak MBG
Ekspektasi penurunan suku bunga dan perpanjangan insentif PPN DTP hingga tahun 2026 memperbaiki prospek sektor properti dan konsumsi, sehingga menarik minat spekulatif ke saham-saham siklikal.
“Dengan kata lain, pasar saat ini lebih fokus pada forward-looking story dibandingkan isu historis,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (27/1/2026).
“Saham LPCK paling menarik secara risk–reward, saham LPKR masih turnaround, dan LPPF cenderung fair valued. Sementara, MLPT berada di valuasi premium dan lebih spekulatif,” katanya.
LPKR dan LPCK diproyeksikan memasuki fase normalisasi aktivitas, bukan ekspansi agresif. Sedangkan, penopang kinerja grup berasal dari LPPF yang menghasilkan arus kas operasional stabil.
Sentimen positif yang memengaruhi kinerja Grup Lippo berasal dari dukungan kebijakan dan stabilisasi persepsi risiko. “Sementara sentimen negatif utama adalah risiko eksekusi proyek dan sensitivitas terhadap suku bunga,” ungkapnya.
Sukarno melihat, kinerja Grup Lippo berpeluang membaik, ditopang oleh sektor properti yang terkena katalis era suku bunga rendah dan PPN DTP, serta sektor ritel dari pemulihan konsumsi.
Sukarno pun merekomendasikan trading buy untuk LPKR dengan target harga di Rp 120 - Rp 125 per saham.
Selanjutnya: Hadiah Imlek Istimewa: Promo Bakmi GM Beri Diskon Hampers dan Tas Eksklusif
Menarik Dibaca: Hadiah Imlek Istimewa: Promo Bakmi GM Beri Diskon Hampers dan Tas Eksklusif
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News