Rekomendasi

Saham BREN, BUMI, HRTA 'Naik Kelas'! Cek Target Harga Barunya!

Rabu, 28 Januari 2026 | 06:07 WIB
Saham BREN, BUMI, HRTA 'Naik Kelas'! Cek Target Harga Barunya!

ILUSTRASI. BREN, BUMI, HRTA, CUAN, EMTK resmi masuk indeks LQ45, IDX30, IDX80. Analis beberkan target harga & potensi cuan. Jangan sampai ketinggalan!


Reporter: Yuliana Hema  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) naik kelas sebagai anggota indeks mayor. Analis menilai saham-saham tersebut semakin menarik untuk investasi. Namun investor perlu memperhatikan target harga.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan evaluasi mayor untuk tiga indeks utamanya, yakni indeks LQ45, IDX30 dan IDX80. Hasil evaluasi ini akan berlaku untuk periode Februari–April 2026. 

BEI memasukkan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) ke indeks LQ45 menggantikan posisi PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES). Adapun bobot saham BREN pada indeks ini mencapai 6,83%.

Baca Juga: Harga Saham BBCA Anjlok 5,36% Sebulan: Analis Ungkap Potensi Rebound Bertahap

Selain masuk ke indeks LQ45, saham BREN juga masuk ke indeks IDX80 bersama dengan dua saham lainnya, yaitu PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA). 

Ketiga saham itu menggantikan PT Avia Avian Tbk (AVIA), PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dan PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) dari indeks IDX80. 

BEI juga memasukan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) ke indeks IDX30 dengan menggusur saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR).  

Tonton: Blokir 2 Juta Konten Judi Online pada 2025, Apa Rencana Kemenkomdigi Selanjutnya?

Rekomendasi saham

Investment Analyst Edvisor Profina Visindo Indy Naila menilai kehadiran kelima saham berpotensi membuat indeks LQ45, IDX80 dan IDX30 lebih atraktif untuk dijadikan acuan alias benchmark. 

Terutama dengan kehadiran BREN, yang fokus ke sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) alias renewable energy dan prospektif. Namun kata Indy, secara valuasi saham BREN masih relatif tinggi. 

“Namun untuk, HRTA juga cukup menarik karena masih tertolong dengan kenaikan harga emas,” jelasnya kepada Kontan, Selasa (27/1/2026). 

Indy juga menilai saham BUMI juga terlihat ada perbaikan dari sisi kinerja fundamental. Apalagi, BUMI berencana untuk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I BUMI Tahap IV Tahun 2026 dengan jumlah pokok Rp 612,75 miliar.

Dari kelima saham yang masuk ke tiga indeks unggulan, Indy menilai HRTA masih menarik dengan target harga di Rp 2.800. EMTK juga menarik dengan target di Rp 1.500 dan BUMI di Rp 386. 

Pada perdagangan Selasa 27 Januari 2026, harga saham BUMI ditutup di level 344 naik 12 poin atau 3,61% dibandingkan sehari sebelumnya, usai kabar dari BEI ini. Padahal, sebelumnya saham BUMI dalam tekanan, terus melorot usai mencapai level tertinggi 462 pada 5 Januari 2026.

Tak Hanya Soal Independensi, BI Dihadapkan Tekanan Rupiah hingga Arah Suku Bunga

Selanjutnya: Promo Ulang Tahun ke-48 Holland Bakery 2 Hari, Kejutan Diskon 20% Semua Produk

Menarik Dibaca: Promo Ulang Tahun ke-48 Holland Bakery 2 Hari, Kejutan Diskon 20% Semua Produk

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru