Incar Rp 1,18 triliun, Widodo Makmur Unggas tetapkan harga IPO di Rp 142 - Rp 200

Kamis, 07 Januari 2021 | 07:45 WIB   Reporter: Muhammad Julian
Incar Rp 1,18 triliun, Widodo Makmur Unggas tetapkan harga IPO di Rp 142 - Rp 200

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Rencana PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMU) untuk menggelar penawaran umum saham perdana atawa initial public offering (IPO) tinggal selangkah lagi. Perusahaan bakal melepas sebanyak-banyaknya 5.923.076.900 saham baru dengan kisaran harga di Rp 142 sampai Rp 200 per saham. 

Artinya, perusahaan bakal mendapatkan dana segar sebanyak-banyaknya mencapai Rp 1,18 triliun dari aksi korporasi ini. 

Direktur Utama Widodo Makmur Unggas Ali Mas’adi mengatakan, jumlah saham yang dilepas ke publik setara dengan 35% dari modal yang ditempatkan dan disetor setelah IPO. 

“Kami berharap langkah perusahaan ini untuk menjadi perusahaan terbuka akan memungkinkan bagi investor untuk mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan perusahaan secara vertikal maupun horisontal,” kata Ali, Rabu (6/1).

Asal tahu saja, WMU merupakan perusahaan yang bergerak di bidang peternakan ayam terintegrasi. Saat ini, komposisi kepemilikan saham WMU dimiliki oleh PT Widodo Makmur Perkasa (WMP) 90,00%, Ibu Warsini 5,00%, dan Bapak Wahyu Andi Susilo 5,00%.

Baca Juga: Bakal IPO, Widodo Makmur Unggas (WMU) incar penjualan Rp 4,3 triliun di tahun ini

Selama ini, penjualan WMU menyasar beberapa segmen pasar, yaitu segmen rumah tangga, processing industry, serta hotel restoran dan kafe (horeka). Di mana, penjualan ke segmen rumah tangga dilakukan melalui general trade, modern trade, dan e-commerce.

Portofolio produk WMU pun beragam, namun sebagian besar omset perusahaan berasal dari lini bisnis penjualan karkas di unit downstream. Hingga Oktober 2020, segmen karkas berkontribusi dalam kisaran 60%-70%. 

Sementara sisanya berasal dari penjualan produk lainnya seperti ayam berusia satu hari atawa day old chicken (DOC), telur, ayam hidup, dan pakan ternak.

Lebih lanjut Ali menjelaskan, sebanyak 74,3% dana hasil bersih IPO akan digunakan untuk ekspansi dengan menambah serta memperluas sarana produksi. 

Caranya dengan membangun beberapa fasilitas seperti fasilitas Breeding PS Farm Gunung Kidul, fasilitas Layer Commercial Farm di Klaten, fasilitas Hatchery di Sukabumi, fasilitas Broiler Commercial Farm di Wonogiri, fasilitas Slaughterhouse di Cianjur, dan fasilitas Feedmill di Ngawi.

Editor: Anna Suci Perwitasari
Terbaru