Indeks

Intips saham-saham yang banyak ditadah asing saat IHSG memerah Jumat (16/10)

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 07:00 WIB   Reporter: Noverius Laoli
Intips saham-saham yang banyak ditadah asing saat IHSG memerah Jumat (16/10)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun tipis 0,03% ke level 5.103.414 pada perdagangan Jumat.  Sepanjang perdagangan, IHSG lebih banyak berada di zona merah dari titik terendah 5.076.589 dan level tertinggi 5.115.558.

Mengutip data RTI, tiga sektor memerah dan 7 sektor menghijau. Sektor yang memerah adalah sektor keuangan turun 0,67%, sektor perdagangan turun 0,46% dan sektor infrastruktur turun 0,27%.

Sementara itu, sektor yang menguat antara lain, sektor aneka industri menguat 2,89%, sektor tambang menguat 0,75% dan sektor manufaktur menguat 0,68%.

Total volume perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 10,43 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 7,76 triliun.  Investor asing membukukan net sell di seluruh pasar Rp 593,87 miliar.

Baca Juga: IHSG turun tipis, saham-saham ini paling banyak diobral asing, Jumat (16/10)

Kendati demikian, investor asing juga mengoleksi sejumlah saham ini. Asing tercatat paling banyak memburu saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) Rp 33,3 miliar. Saham TBIG ditutup menguat 2,07% ke Rp 1.480 per saham. Total volume perdagangan saham TBIG mencapai 593 juta dengan nilai transaksi Rp 86,5 miliar.

Asing juga memburu saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 15,9 miliar. Saham UNVR ditutup menguat tipis 0,95% ke RP 8.000 per saham. Total volume perdagangan saham UNVR mencapai 6 juta dengan nilai transaksi Rp 48,1 miliar.

Saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) juga diburu asing Rp 11,6 miliar. Namun nasib saham INKP berbeda, turun tipis 0,29% ke RP 8.575 per saham. Total volume perdagangan saham INKP Rp 4,7 juta dengan nilai transaksi Rp 40,3 miliar.

Baca Juga: Net sell asing Rp 493,87 miliar, IHSG turun tipis 0,03% ke 5.103,41, Jumat (16/10)

Berikut 10 saham paling banyak dikoleksi asing pada perdagangan Jumat:

Editor: Noverius Laoli


Terbaru