IPO

IPO Archi Indonesia tunggu pasar pulih

Selasa, 11 Mei 2021 | 07:45 WIB   Reporter: Filemon Agung
IPO Archi Indonesia tunggu pasar pulih

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Archi Indonesia memastikan bakal melakukan initial public offering (IPO) jika kondisi pasar dirasa sudah semakin membaik.

Wakil Direktur Utama Archi Indonesia Rudy Suhendra mengatakan, sejumlah persiapan untuk melantai di bursa saham telah dilakukan. Persiapan tersebut meliputi perbaikan sisi governance, struktur perusahaan hingga aspek finansial.

"Kita tunggu market indonesia sperti apa, kalau momen tepat kita segera melantai kita sedang tunggu feedback dari teman-teman dunia perbankan," kata Rudy dalam wawancara dengan Kontan.co.id, Senin (10/5).

Rudy menambahkan, jika nantinya pada semester II tahun ini sudah ada indikasi pasar membaik dan investor asing mulai masuk maka Archi siap untuk melaksanakan IPO.

Baca Juga: Dorong eksplorasi tambang baru, Archi siap tingkatkan kapasitas produksi

Rudy optimistis pelaksanaan IPO bisa terwujud, apalagi Archi memiliki ambisi untuk menjadi fully integrated gold company ke depannya.

"Mudah-mudahan ekonomi segera pulih, pasar membaik. Kami sangat positif Archi dapat segera melantai," kata Rudy.

Sebelumnya, Archi Indonesia dikabarkan menunda rencana IPO senilai US$ 500 juta karena pelemahan harga emas dan pelemahan indeks saham.

Mengutip Bloomberg, calon emiten dari grup konglomerat Rajawali Group tersebut membuat keputusan setelah melihat kembali permintaan IPO di bulan lalu. Dus, kesepakatan untuk IPO dapat dilakukan kembali apabila pasar telah membaik.

Berdasarkan situs resmi Archi Indonesia, produsen tambang ini telah mampu melakukan pemrosesan emas lebih dari 8 ton emas per tahun. Produsen emas Lotus Archi ini berdiri pada tahun 2010, dan setelah setahun berdiri Archi melakukan penuangan emas pertama di Proyek Toka Tindung.

Berdasarkan data Independent Technical Assessment Report Toka Tindung Project PT Archi Indonesia dan PT Energi dan Mineral Teknologi International, proyek Toka Tindung berada di lahan seluas 39.817 hektare (ha). Di mana pada tahun 2020 Toka Tindung memproduksi 213,8 koz emas dan 365,6 koz silver.

Adapun fasilitas pemrosesan cadangan bijih menjadi emas dan perak milik Archi Indonesia memiliki kapasitas 3,6 mtpa. Kapasitas tersebut akan terus ditingkatkan menjadi 8 mtpa di tahun 2024-2025.

 

Selanjutnya: Lotus Archi merilis produk emas spesial Lebaran, bisa dibeli di e-comerce berikut

 

Editor: Khomarul Hidayat
Terbaru