KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten INPC yang sempat menjadi top gainers kini memerah. Saham perbankan swasta ini menjadi sorotan investor retail di pekan kedua bulan Maret 2026.
Saham PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) menjadi sorotan utama di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026, ketika berhasil memimpin daftar top gainers dengan lonjakan harga mencolok sebesar 32,67%, ditutup pada level Rp199 per saham dari penutupan sebelumnya.
Kenaikan dramatis ini turut mendukung penguatan IHSG yang melesat 1,41% ke posisi 7.440,91, di tengah sentimen positif pasar global seperti koreksi harga minyak mentah dan optimisme investor ritel terhadap saham-saham berkapitalisasi kecil-menengah.
Namun, euforia tersebut berbalik arah pada Rabu, 11 Maret 2026, di mana saham INPC langsung memerah signifikan dengan penurunan sekitar 11%.
Lalu, seperti apa profil emiten dari INPC ini? Cek penjelasan selengkapnya.
Baca Juga: Ini 3 Emiten yang Dipegang Pemerintah Singapura di BEI: Investor Lokal Wajib Tahu
Profil saham INPC
Melansir laman BEI, emiten INPC adalah bank umum swasta nasional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Bank ini fokus pada layanan perbankan konvensional dengan jaringan kantor di lokasi strategis di Indonesia.
Saat ini (awal 2026), saham INPC sempat mengalami fluktuasi signifikan, termasuk kenaikan tajam di awal tahun sebelumnya.
Lini Usaha (Segmen Bisnis Utama)
Bank Artha Graha Internasional beroperasi di bidang jasa perbankan umum. Segmen operasinya terbagi menjadi empat utama:
- Segmen Produktif: Penyaluran kredit untuk sektor produktif, termasuk pinjaman modal kerja (working capital), pinjaman investasi, dan kredit untuk UKM/bisnis.
- Segmen Konsumer: Pinjaman untuk keperluan konsumtif pribadi (consumer loans).
- Segmen Treasury: Aktivitas treasury, seperti penempatan dana di pasar uang, investasi surat berharga, dan pengelolaan likuiditas.
- Segmen Lainnya (Others): Termasuk layanan pendukung seperti tabungan, giro, deposito berjangka, e-banking (internet banking retail & corporate, virtual account, payroll, e-statement), serta safe deposit box.
Bank juga menawarkan produk simpanan (giro, tabungan, deposito) dan layanan digital banking untuk mendukung transaksi nasabah.
Baca Juga: Harga Turun Banyak, Inilah Saham di Indeks Kompas 100 yang Disarankan Dibeli
Susunan Direksi dan Dewan Komisaris
Susunan manajemen relatif stabil, dengan beberapa nama kunci yang konsisten muncul di laporan resmi:
Dewan Komisaris:
- Komisaris Utama / Komisaris Independen: Kiki Syahnakri
- Wakil Komisaris Utama: Tomy Winata
- Wakil Komisaris Utama: Sugianto Kusuma
- Komisaris Independen: Pesta Uli Sitanggang dan Elizawatie Simon.
Dewan Direksi:
- Presiden Direktur / Direktur Utama: Andy Kasih
- Wakil Presiden Direktur / Wakil Direktur Utama: Christina Harapan
- Direktur: Handoyo Soedirdja
- Direktur: Indrastomo Nugroho
- Direktur: Susana
- Direktur: Selvy Hutomo
Susunan ini berdasarkan data IDX, situs resmi, dan laporan terbaru hingga 2025. Perubahan bisa terjadi melalui RUPS; disarankan cek situs IDX atau laporan tahunan terbaru untuk update paling akurat.
Baca Juga: Analis Rekomendasi Beli Saham Big Cap yang Banyak Dijual Investor Asing
Keuangan 2025
Ringkasan Kinerja Utama Q3 2025 (9M25)
- Pendapatan (Revenue): Sekitar Rp 1.270,4 miliar (total pendapatan operasional, termasuk pendapatan bunga bersih dan lainnya).
- Laba Bersih (Net Profit): Rp 55,7 miliar atau turun signifikan dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (Rp 127 miliar di Q3 2024 / 9M24).
- Laba Operasional (Operating Profit): Sekitar Rp 63,5 miliar.
- EBITDA: Rp 92,1 miliar.
- Net Margin: Sekitar 4,4%.
- EPS (Earnings Per Share): Rp 2,78.
- BVPS (Book Value Per Share): Rp 220,40.
Data keuangan lengkap untuk tahun buku 2025 (per 31 Desember 2025) belum sepenuhnya tersedia di sumber publik awal Maret 2026 (karena laporan audited biasanya dirilis beberapa bulan setelah akhir tahun).
Tonton: Asia Tenggara Terancam Gelombang Panas Ekstrem! Indonesia Bisa Kena Dampak Besar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News