IFSH Meroket 188% dalam Sebulan Kini Disuspensi, Cek Profil Emiten Ini

Kamis, 05 Maret 2026 | 12:48 WIB
IFSH Meroket 188% dalam Sebulan Kini Disuspensi, Cek Profil Emiten Ini


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten IFSH yang melonjak ratusan persen hingga disuspensi BEI. PT Ifishdeco Tbk (IFSH) adalah perusahaan tambang nikel terintegrasi vertikal yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham IFSH sempat beberapa kali disuspensi oleh BEI pada Januari 2026 karena lonjakan harga kumulatif yang signifikan (cooling down).

Kini, harga IFSH telah mencapai 3.250 per saham atau naik 188% dari sebulan yang lalu.

Suspensi terbaru bersifat sementara dan sudah dibuka kembali, sehingga saham dapat diperdagangkan kembali di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

Lalu, seperti apa profil dari emiten ini? Intip lini usaha hingga keuangan dari IFSH.

Baca Juga: Peluang EMAS: Saham Tambang Emas Ini Siap Melesat, Analis Beri Rekomendasi!

Lini Usaha (Core Business)

Emiten Industri Logam & Mineral ini listing sejak 5 Desember 2019. IFSH berfokus pada pertambangan bijih nikel dan pengolahan terintegrasi:

  • Eksplorasi, pengembangan, produksi, transportasi, perdagangan, serta penjualan bijih nikel (nickel ore).
  • Produksi dan penjualan bijih nikel ke pasar domestik serta ekspor.

Anak perusahaan utama:

PT Bintang Smelter Indonesia (BSI) mengoperasikan 2 unit blast furnace sejak 2018 untuk memproduksi Nickel Pig Iron (NPI) dan Ferronickel Alloy (FeNi) sebagai bahan baku stainless steel.

Lokasi operasi utama adalah Kendari, Sulawesi Tenggara (konsesi tambang nikel dan silika).

Bisnis pendukung historis: Awalnya bergerak di perikanan (1971) dan perkebunan agribisnis (buah mete/kelapa), namun saat ini 100% fokus pada nikel.

Kantor pusat: Sahid Sudirman Center, Lantai 42 Unit F-G, Jl. Jend. Sudirman No. 86, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Harga Saham Jatuh Parah, 3 Emiten Potensi Cuan untuk Dibeli Hari Ini (5/3)

Susunan Petinggi (Manajemen Terbaru)

Dewan Komisaris (sumber situs resmi perusahaan & IDX per 2026):

  • Presiden Komisaris: Prof. Dr. Akhmad Syakhroza
  • Komisaris: Ryan Fong Jaya
  • Komisaris: Oei Harry Fong Jaya
  • Komisaris: Lina Suti
  • Komisaris: Michele Mallorie Sunogo
  • Komisaris Independen: Hongisisilia, SE, Ak.
  • Komisaris Independen: Drs. Roesmanhadi, S.H., M.H.

Direksi (sumber IDX & pengumuman RUPST 2025):

  • Presiden Direktur: Muhammad Ishaq
  • Direktur: Leman Suti
  • Direktur: Agus Prasetyono
  • Direktur: Iwan Luison

Pemegang saham mayoritas:

  • PT Fajar Mining Resources: 40,8%
  • PT Wahana Trilintas Mining: 39,2%
  • Saham treasury: 9,5%
  • Publik: ~10,08%

Beberapa petinggi juga memiliki saham minoritas (total <1%).

Baca Juga: Resmi Dibuka untuk Umum, Ini Link Download Daftar Investor Pemilik Saham Di Atas 1%

Keuangan Tahun 2025

Laporan keuangan tahunan 2025 telah diaudit oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan Rekan dengan opini Wajar Dengan Pengecualian. Disampaikan ke BEI pada awal Maret 2026.

Pendapatan neto (penjualan) mencapai sekitar Rp1,00 triliun (Rp1.000,9 miliar), naik tipis sekitar 2,8% dibandingkan Rp972,7 miliar pada 2024. Namun, laba bruto turun signifikan menjadi Rp291,3 miliar akibat lonjakan beban pokok penjualan (mencapai Rp709,7 miliar).

Laba usaha tercatat Rp149,3 miliar (turun sedikit dari Rp151,6 miliar). Laba sebelum pajak naik menjadi Rp154,3 miliar, tetapi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 13,77% menjadi Rp72,14 miliar (dari Rp83,66 miliar pada 2024).

EPS turun menjadi Rp37,51 per saham.Total aset meningkat menjadi Rp1,06 triliun (naik sekitar 5,2% dari Rp1,00 triliun), dengan ekuitas Rp913 miliar (naik sekitar 9%).

Liabilitas menurun dengan Margin EBITDA sekitar 20,2%, net margin sekitar 7,2%. Arus kas operasi tetap positif, dan perusahaan membagikan dividen kecil pada tahun tersebut.

Baca Juga: Saham LAJU Sempat Melesat, Cek Profil Emiten Logistik hingga Kinerja Keuangan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru