Update Profil TLKM Pasca RUPST: Susunan Petinggi hingga Tebar Dividen Rp21,9 Triliun

Selasa, 09 Juni 2026 | 09:50 WIB
Update Profil TLKM Pasca RUPST: Susunan Petinggi hingga Tebar Dividen Rp21,9 Triliun

ILUSTRASI. Telkom Indonesia ; Telkom Indonesia ; TLKM (KONTAN/Panji Indra)


Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) kembali menjadi perhatian investor. Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada 8 Juni 2026 menyetujui pembagian dividen jumbo senilai Rp21,9 triliun.

Selain itu, hasil RUPST  juga menyetujui program buyback saham TLKM dengan nilai maksimal Rp4 triliun hingga 2027.

Keputusan tersebut menegaskan komitmen Telkom dalam menjaga keseimbangan antara pemberian imbal hasil kepada pemegang saham dan kebutuhan investasi jangka panjang untuk mendukung transformasi digital perusahaan.

Saat ini, harga saham TLKM kembali menghijau ke Rp2.570/saham atau naik 9,36% (+220,00) sejak pembukaan sesi 1 hari ini Selasa (9/6).

Lalu, seperti apa pembaruan dari profil emiten ini? Cek penjelasan mengenai TLKM.

Baca Juga: Harga Tren Naik Usai Melemah, Saham Blue Chip Ini Siap Bagi Dividen Rp11.100/Lot

Profil Singkat TLKM

Melansir laman BEI, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk merupakan perusahaan telekomunikasi digital terbesar di Indonesia yang bergerak di bidang layanan telekomunikasi, informasi, media, edutainment, dan jasa digital.

Sebagai BUMN strategis, Telkom mengendalikan sejumlah anak usaha penting, termasuk:

  • Telkomsel
  • Infomedia
  • Telkomsat
  • NeutraDC
  • Mitratel

Baca Juga: Harga Saham Rp212, Emiten Bank Ini Akan Bayar Dividen Rp580 Miliar

Lini Usaha TLKM

Bisnis Telkom saat ini terbagi ke dalam beberapa segmen utama:

1. Mobile Broadband

Segmen terbesar yang dijalankan melalui Telkomsel, meliputi:

  • Layanan seluler prabayar dan pascabayar
  • Internet mobile 4G dan 5G
  • Digital services

2. Fixed Broadband

Melalui layanan:

  • IndiHome
  • Fixed broadband fiber optic
  • IPTV dan layanan digital rumah

3. Enterprise Business

Melayani:

  • Korporasi
  • Pemerintah
  • BUMN
  • UMKM

Produk yang ditawarkan meliputi cloud, cyber security, connectivity, dan solusi digital enterprise.

4. Data Center dan Cloud

Telkom terus memperkuat bisnis data center melalui NeutraDC untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan kebutuhan komputasi berbasis cloud.

5. Infrastruktur Digital

Meliputi:

  • Jaringan fiber optic nasional
  • Menara telekomunikasi
  • Infrastruktur backbone domestik dan internasional.

Baca Juga: Harga Anjlok 32%, Saham TLKM Siap Bayar Dividen Rp22.100 Per Lot

Susunan Manajemen Pasca RUPST 2026

Berikut ini pembaruan petinggi TLKM dirangkum dari laman resmi Telkom Indonesia.

1. Susunan Komisaris

Nama Jabatan
Angga Raka Prabowo Komisaris Utama
Deswandhy Agusman Komisaris Independen
Anthony Leong Komisaris Independen
Ira Noviarti Komisaris Independen
Rofikoh Rokhim Komisaris Independen
Rizal Mallarangeng Komisaris
Edwin Hidayat Abdullah Komisaris
Ossy Dermawan Komisaris

2. Susunan Direksi

Nama Jabatan
Dian Siswarini Direktur Utama
Veranita Yosephine Direktur Enterprise & Business Service
Willy Saelan Direktur Human Capital Management
Arthur Angelo Syailendra Direktur Keuangan & Manajemen Risiko
Nanang Hendarno Direktur Network
Seno Soemadji Direktur Strategic Business Development & Portfolio
Budi Satria Dharma Purba Direktur Wholesale & International Service
Faizal R. Djoemadi Direktur IT Digital
Andy Kelana Direktur Legal & Compliance

Baca Juga: Maybank Indonesia (BNII) Siap Tebar Dividen Rp580 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya

Dividen TLKM Tahun Buku 2025

Salah satu keputusan terpenting RUPST adalah pembagian dividen tunai sebesar Rp21,9 triliun kepada pemegang saham.

Rinciannya:

Keterangan Nilai
Dividen Tunai Rp21,9 triliun
Dari laba bersih 2025 Rp17,8 triliun
Dari laba ditahan Rp4,2 triliun
Jadwal pembayaran maksimal 10 Juli 2026
Recording Date 19 Juni 2026

Selain dividen, Telkom juga memperoleh persetujuan untuk melakukan buyback saham hingga Rp4 triliun guna menjaga stabilitas harga saham dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

Baca Juga: Investor BBCA Siap Cuan! Dividen Rp281/Saham Cair 8 April, Simak Tata Caranya

Kinerja Keuangan TLKM Terbaru

Mengutip data BEI, pihak Telkom membukukan laba bersih sekitar Rp17,8 triliun sepanjang tahun 2025. Sementara itu, TLKM meraih pendapatan sebesar Rp37,19 triliun pada kuartal I 2026, meningkat 1,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp36,64 triliun.

Meski pendapatan masih tumbuh, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) tercatat sebesar Rp17,63 triliun, turun 4,9% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp18,54 triliun pada kuartal I 2025.

Sejalan dengan itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 25,2% yoy menjadi Rp4,34 triliun pada kuartal I 2026, dibandingkan Rp5,81 triliun pada periode yang sama tahun 2025. Dengan demikian, laba bersih per saham dasar TLKM tercatat sebesar Rp43,85 per lembar.

Secara kuartalan (quarter to quarter/qoq), pendapatan TLKM relatif stabil dengan kenaikan tipis 0,2% dibandingkan posisi kuartal IV 2025. Sementara itu, laba bersih melonjak 114% qoq dari Rp2,03 triliun pada kuartal IV 2025, menunjukkan perbaikan profitabilitas pada awal tahun 2026.

Baca Juga: Total Dividen Rp41,6 Miliar, Hari Ini (22/4) Cum Date Saham Jaya Ancol

Sebagai emiten berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia, TLKM masih menjadi salah satu saham defensif favorit investor.

Basis pelanggan yang besar, dominasi infrastruktur telekomunikasi nasional, pertumbuhan bisnis data center, serta konsistensi pembagian dividen menjadi faktor yang mendukung prospek jangka panjang perseroan.

Dengan pembagian dividen Rp21,9 triliun dan program buyback Rp4 triliun yang disetujui dalam RUPST 2026, TLKM menunjukkan komitmennya untuk terus memberikan nilai tambah kepada pemegang saham sembari melanjutkan transformasi menuju perusahaan digital terdepan di Indonesia.

Tonton: Indonesia Dapat Perlakuan Khusus dari AS, Tarif Ekspor Lebih Rendah dari 54 Negara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru