Kembangkan Bisnis, Sejumlah Anak Usaha BUMN Didorong untuk IPO pada 2023

Selasa, 03 Januari 2023 | 06:25 WIB   Reporter: Dimas Andi
Kembangkan Bisnis, Sejumlah Anak Usaha BUMN Didorong untuk IPO pada 2023


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian BUMN memiliki sejumlah program utama pada 2023. Salah satunya berupa aksi korporasi melalui Initial Public Offering (IPO) beberapa anak usaha BUMN.

Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan, aksi korporasi yang dilakukan oleh BUMN pada dasarnya memiliki dua tujuan, yakni penyehatan kinerja keuangan dan pengembangan bisnis. 

“Mayoritas aksi korporasi tersebut untuk pengembangan,” kata dia dalam jumpa pers di Gedung Kementerian BUMN, Senin (2/1).

Baca Juga: Erick Thohir Dinilai Berhasil Lakukan Reformasi dan Transformasi di BUMN

Salah satu anak usaha BUMN yang didorong untuk melakukan aksi korporasi adalah PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). 

Hal ini dilakukan dalam rangka memaksimalkan potensi panas bumi yang melimpah di Indonesia yakni mencapai 24 gigawatt (GW). Namun, sejauh ini potensi panas bumi yang sudah dimaksimalkan baru 2,4 GW.

Padahal, panas bumi merupakan salah satu energi terbarukan yang bersifat base load. Jika potensi panas bumi bisa dimanfaatkan dengan baik, maka upaya pemerintah untuk mencapai net zero emission pada 2060 bisa tercapai.

“Kami ingin garap potensi panas bumi ini sehingga ke depannya harga listriknya bisa lebih kompetitif,” ujar Erick.

Selain PGE, ada Palm Co yang juga didorong oleh Kementerian BUMN untuk menggelar aksi korporasi pada tahun ini. Urgensi aksi korporasi Palm Co dilatarbelakangi oleh kelangkaan minyak goreng yang sempat melanda Indonesia pada tahun lalu.

Pemerintah sadar bahwa pangsa pasar BUMN seperti PTPN di industri sawit masih sangat rendah, yakni sekitar 5%. Sebanyak 50% lebih pangsa pasar industri sawit dikuasai oleh sektor swasta, sedangkan pertanian rakyat memiliki porsi pangsa pasar sekitar 40%.

Melalui aksi korporasi, Palm Co diharapkan bisa mengembangkan bisnisnya di industri sawit. Kelak, Palm Co bisa saja mengakuisisi lahan sawit milik perusahaan swasta ataupun mengkonversi lahan perkebunan PTPN menjadi sawit. 

Baca Juga: IPO Bisa Jadi Opsi Inalum Cari Dana Bangun Smelter

Dengan begitu, Palm Co bisa lebih leluasa dalam mengembangkan hilirisasi sawit, khususnya pada produk minyak goreng.

“BUMN tidak ingin memonopoli industri, tetapi BUMN tetap harus bisa tampil sebagai penyeimbang pasar,” ungkap Erick.

Aksi korporasi Jasa Marga juga menjadi salah satu program utama Kementerian BUMN pada 2023. Dalam berita sebelumnya, aksi korporasi ini bakal melibatkan anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), yakni Jasamarga Transjawa.

Erick bilang, Jasa Marga masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah dalam membangun infrastruktur jalan tol, terutama Tol Trans Jawa. Hal ini dilakukan bersamaan dengan pembangunan sarana transportasi lainnya, seperti kereta api cepat Jakarta-Bandung dan LRT Jabodebek. 

“Jasa Marga harus segera menambah jalan tol,” imbuh dia.

Dalam catatan Kontan.co.id, terdapat tiga ruas Tol Trans Jawa yang menjadi fokus bagi Jasa Marga Group untuk segera digarap hingga 2024. Di antaranya Tol Probolinggo-Banyuwangi, Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap, dan Tol Akses Patimban.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi

Terbaru