Laba Nippon Indosari (ROTI) di kuartal I 2021 masih tertekan, ini kata manajemen

Kamis, 29 April 2021 | 06:50 WIB   Reporter: Sugeng Adji Soenarso
Laba Nippon Indosari (ROTI) di kuartal I 2021 masih tertekan, ini kata manajemen

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) membukukan penjualan bersih sebesar Rp 787 miliar sepanjang kuartal I 2021. Pendapatan tersebut turun 13,70% bila dibandingkan periode sama 2020 yang sebesar Rp 912,87 miliar.

Kendati demikian, Direktur Nippon Indosari Corpindo, Arlina Sofia menilai realisasi tersebut konsisten tumbuh dalam tiga kuartal terakhir. “Suatu capaian kinerja yang sangat baik dari kanal penjualan modern maupun tradisional, khususnya di tengah tekanan pandemi Covid-19,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (28/4).

Pertumbuhan penjualan dari kanal tradisional didukung oleh perluasan sebaran distribusi pada wilayah Barat dan Timur, serta aktif menangkap peluang pasar di area pemukiman melalui aplikasi pesan Whatsapp dengan fitur chatbot.

Pada kuartal I 2021, kontribusi kanal tradisional terhadap total penjualan meningkat signifikan menjadi 32% dibandingkan kuartal I 2020 sebesar 25% atau sebelum pandemi melanda.

Baca Juga: Nippon Indosari (ROTI) bukukan penurunan laba 27,15% sepanjang kuartal I

Sementara itu, penjualan dari kanal modern sebagai kontributor terbesar, pada kuartal I 2021 disebutkan mencatatkan pertumbuhan seiring pemulihan waktu operasional gerai-gerai penjualan serta sebagai dampak positif hasil strategi pemasaran yang terukur.

Selama tiga bulan pertama, ROTI membukukan laba bersih sebesar Rp 56,7 miliar atau setara dengan margin bersih 7,2% sepenuhnya dari operasional Indonesia. Namun laba itu merosot 14,49% dibandingkan periode sama 2020 yang sebesar Rp 66,31 miliar.

“Tentu saja pencapaian kuartal I 2021 ini tidak apple to apple bila dibandingkan kinerja kami sebelum Pandemi. Akan lebih tepat bila melakukan perbandingan kuartalan untuk mengkaji profitabilitas maupun melihat tren positif Penjualan,” jelasnya.

Ia juga menjabarkan hingga Maret belanja modal atau capex  telah terserap Rp 61,4 miliar, atau sekitar 40% dari anggaran tahun ini. Adapun capex tahun ini keseluruhannya dipergunakan untuk penambahan kapasitas produksi serta pengembangan jaringan distribusi Perseroan.

 

 

Baca Juga: Daftar Buyback Saham Bertambah Panjang, Investor Ritel bisa Mengintip Peluang Cuan

Sebelumnya, manajemen telah mengumumkan bahwa Februari lalu, ROTI telah mengoperasikan pabrik baru di Banjarmasin. Pabrik itu melengkapi jumlah pabrik Sari Roti menjadi 14 lokasi yang tersebar strategis di Indonesia.

“Walaupun dinamika pandemi Covid-19 masih menjadi tantangan utama, manajemen berkeyakinan bahwa potensi bisnis roti produksi masal di Indonesia masih sangat kuat. Hal ini didukung oleh laju urbanisasi, peningkatan taraf penghasilan dan pendidikan masyarakat serta gaya hidup milenial yang akan kembali berlanjut seiring dengan optimisme kenormalan baru serta berjalannya program vaksinasi nasional,” pungkas Arlina Sofia.

Selanjutnya: Banyak emiten akan buyback saham, ini yang perlu diperhatikan investor

 

 

Editor: Noverius Laoli
Terbaru