Emiten

Metropolitan Land (MTLA) tanggapi positif kebijakan DP 0%

Minggu, 21 Februari 2021 | 14:30 WIB   Reporter: Amalia Nur Fitri
Metropolitan Land (MTLA) tanggapi positif kebijakan DP 0%

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) menanggapi positif peraturan teranyar Bank Indonesia untuk melonggarkan rasio Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV) Kredit/Pembiayaan properti menjadi paling tinggi 100%. Dengan kebijakan ini, konsumen bisa mendapat kredit pemilikan rumah (KPR) dengan down payment (DP) 0%. 

Wahyu Sulistio Direktur MTLA menambahkan jika efektifitas untuk menaikkan kembali pembelian produk properti, juga perlu melihat masih lemahnya daya beli masyarakat saat ini.

"Kami sebagai developer masih mengharapkan adanya subsidi bunga dan gratis biaya lainnya. Sebagai contoh, sebagai pertimbangan adalah pengurangan atau gratis PPN. Lalu keringanan pembayaran BPHTB mencapai 5%. Ranah BPHTB memang berada di lingkup Pemda, tetapi jika ini diatur dan dikurangi maka sangat signifikan efeknya untuk kami," ungkap Wahyu kepada Kontan dalam acara Money Talk For Millenials: Dari Gaji Jadi Investasi yang diselenggarakan secara virtual, Jumat (19/2).

Wahyu melanjutkan, pentingnya pemangku kebijakan saling memberi dukungan agar pelemahan daya beli berkurang dan masyarakat bisa mengakses kembali produk properti dengan harga yang menarik.

Baca Juga: Metropolitan Land (MTLA) targetkan pertumbuhan tahun ini mencapai 40% hingga 50% yoy

Ia berkata, jika produk properti dapat mudah dibeli dan kembali bergulir, maka 175 industri turunannya ikut bergerak. Imbasnya adalah, pergerakan ekonomi mulai bagus dan pelemahan daya beli bisa diatasi.

"Nah jika kondisi perekonomian sudah membaik, maka pajak-pajak tersebut bisa diberlakukan kembali," sambung dia.

Wahyu menambahkan juga, pemberian insentif ini juga perlu dibarengi pula dengan program vaksinasi yang berhasil. Hal ini akan menarik masyarakat kembali percaya diri berinvestasi pada properti jika vaksinasi terbukti berhasil.

MTLA berkata, tahun ini pihaknya menargetkan nilai marketing sales di angka Rp1,6 triliun adapun nilai pendapatan belum dibicarakan lagi.

"Kami belum merevisi target marketing sales di angka Rp1,6 triliun tahun ini. Untuk revenue, belum ada pembicaraan tapi kami selalu berpikiran bahwa tiap kebijakan positif juga akan mendorong peningkatan penjualan," tutup dia.

Selanjutnya: Begini tanggapan REI soal BI longgarkan ketentuan LTV

 

Editor: Handoyo .


Terbaru