KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok di zona merah pada pekan ketiga Januari 2026. Pada pekan keempat ini, IHSG diprediksi bangkit. Analis menilai sejumlah saham berikut bakal mendorong pergerakan IHSG.
Pada Jumat (23/1/2026), IHSG melemah 0,46% ke level 8.951,01. Selama sepekan, IHSG merosot 1,37%.
Pengamat pasar modal sekaligus founder Republik Investor Hendra Wardana mengatakan untuk perdagangan selanjutnya, Senin 26 Januari 2026, IHSG diperkirakan bergerak konsolidatif dengan kecenderungan rebound terbatas di kisaran 8.900 hingga 9.050.
Sentimen pendukung berasal dari stabilnya nilai tukar rupiah, penguatan harga komoditas global, serta peluang technical rebound setelah tekanan jual mereda.
"Meski demikian, ruang penguatan masih relatif terbatas karena investor cenderung menahan diri menjelang rilis data ekonomi global dan kejelasan arah kebijakan bank sentral utama dunia," kata Hendra kepada Kontan, Jumat (23/1/2026).
Baca Juga: Prospek Saham UNTR-ASII: Buyback Rp 4 Triliun Ubah Arah Investasi?
Sementara itu, Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas dengan support 8.909 dan resistance 8.992.
Herditya memproyeksikan pergerakan IHSG masih akan dipengaruhi oleh sejumlah sentimen, di antaranya volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), pergerakan harga emas, serta kehati-hatian investor dalam mencermati perkembangan kondisi geopolitik.
"Selain itu, sentimen dari MSCI juga diperkirakan masih akan mempengaruhi pergerakan sejumlah emiten yang terdampak," ujar Herditya kepada Kontan, Jumat (23/1/2026).
Tonton: Penerbangan AS Terganggu Badai Dingin
Rekomendasi Saham
Dari sisi strategi, investor dapat mulai selektif mencermati saham-saham berbasis komoditas dan siklikal tertentu. Hendra menilai PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menarik untuk trading buy dengan target Rp 7.000 seiring kenaikan harga nikel global dan prospek permintaan dari sektor kendaraan listrik.
Kemudian, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dapat dilirik sebagai speculative buy dengan target Rp 850 dengan dukungan narasi hilirisasi nikel dan eksposur pada rantai pasok baterai kendaraan listrik.
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) juga berpeluang untuk speculative buy dengan target Rp 3.000 seiring potensi perbaikan margin dan stabilisasi biaya pakan.
Adapun Herditya menyarankan untuk memantau saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) di target harga Rp 4.440-Rp 4.580, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) dengan target harga Rp 2.490-Rp 2.720 dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) pada target harga Rp 925-Rp 1.040 per saham.
Selanjutnya: Kabar Cuaca Kaltim Hari Ini, Senin (26/1): Udara Kabur di Balikpapan, Berawan di IKN
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News