Prospek Saham UNTR-ASII: Buyback Rp 4 Triliun Ubah Arah Investasi?

Jumat, 23 Januari 2026 | 04:20 WIB
Prospek Saham UNTR-ASII: Buyback Rp 4 Triliun Ubah Arah Investasi?

ILUSTRASI. Prospek Saham UNTR-ASII: Buyback Rp 4 Triliun Ubah Arah Investasi?


Reporter: Yuliana Hema  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT United Tractors Tbk (UNTR) dan PT Astra International Tbk (ASII) bangkit setelah ada kabar pembelian kembali atau buyback saham. Apakah saham blue chip ini memiliki prospek cerah untuk investasi?

Pada perdagangan Kamis 22 Januari 2026, harga saham UNTR ditutup di level 27.450 naik 250 poin atau 0,92% dibandingkan sehari sebelumnya. Kenaikan ini menghentikan penurunan harga saham UNTR yang sebelumnya masih bertengger di level 31.800 pada 20 Januari 2026.

Saat bersamaan, harga saham ASII naik 175 poin atau 2,65% ke level 6.775. Sebelumnya, harga saham ASII masih di level 7.250 pada 20 Januari 2026.

Harga dua saham blue chip milik Grup Astra ini balik arah dari penurunan setelah pengumuman buyback saham. Manajemen UNTR akan buyback saham melalui skenario tanpa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan anggaran maksimal Rp 2 triliun.

Baca Juga: Izin Anak Usaha Dicabut, Intip Profil Emiten UNTR, Lini Bisnis, dan Keuangan Terkini

Melansir keterbukaan informasi yang dirilis pada Kamis (22/1), periode buyback saham akan berlangsung mulai 22 Januari 2026–15 April 2026. Jumlah saham yang dibeli kembali tidak melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor.

Manajemen UNTR juga memastikan jumlah saham free float setelah pelaksanaan buyback saham tidak akan berkurang dari 7,5% dari modal ditempatkan dan disetor.

Manajemen UNTR meyakini buyback saham tidak akan berdampak negatif yang material terhadap kinerja operasional dan pendapatan karena pihaknya memiliki modal dan arus kas yang cukup untuk membiayai aksi korporasi ini maupun kegiatan usaha.

 

 

 

 

Selain memberi keyakinan kepada investor atas nilai saham UNTR secara fundamental, aksi buyback saham ini diharapkan dapat menstabilkan harga saham emiten tersebut dalam kondisi pasar yang fluktuatif.

Induk usaha UNTR, PT Astra International Tbk (ASII) sudah terlebih dahulu memulai periode buyback saham tanpa RUPS sejak 19 Januari 2026–25 Februari 2026. ASII juga menyiapkan anggaran jumbo senilai Rp 2 triliun.

Tonton: Donald Trump Luncurkan Board of Peace di Davos, Presiden Prabowo Ikut Teken Piagam

Rekomendasi Saham

Head of Research KISI Muhammad Wafi mengatakan rencana buyback saham ini akan efektif sebagai stabilisator harga di tengah tekanan sentimen negatif yang ada.

 

 

 

 

“Alokasi dana besar menjadi sinyal tegas kalau manajemen menilai nilai harga sahamnya sudah undervalued dan manajemen memiliki likuiditas sangat melimpah,” jelasnya kepada Kontan, Kamis (22/1).

Lebih lanjut, Wafi merekomendasikan beli ASII dengan target harga di Rp 7.600 per saham. Sementara untuk UNTR, dia merekomendasikan hold dengan target harga di Rp 26.900 per saham.

 

 

Borok Korupsi di Pati, Ketika Bupati Punya Tangan Kanan untuk Kumpulkan Upeti RI

Selanjutnya: Layanan Telkomsel Terganggu: Ini Pemicu Masalah Nasional Sejak Kamis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru