KONTAN.CO.ID - Cek profil emiten UNTR pasca izin anak usaha dicabut. Pasca pencabutan izin usaha pertambangan (IUP) pada PT Agincourt Resources (PTAR), anak usaha UNTR melalui PT Danusa Tambang Nusantara yang diumumkan sekitar 20-21 Januari 2026 oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pasar Modal merespon dengan saham UNTR anjlok signifikan (hingga ~15% dalam satu hari perdagangan).
Pencabutan ini bagian dari kebijakan pemerintah mencabut izin 28 perusahaan di Sumatra karena pelanggaran pemanfaatan kawasan hutan, yang dikaitkan dengan bencana banjir dan longsor November 2025.
Baca Juga: Harga Saham Blue Chip Ini Anjlok 14% Sehari, Saatnya Beli / Jual?
Melansir laman UNTR, PTAR mengelola Tambang Emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (beroperasi sejak 2012, >3.000 karyawan mayoritas lokal).
UNTR dan PTAR menyatakan belum menerima pemberitahuan resmi detail, serta operasi sempat dihentikan sementara sejak Desember 2025 untuk tanggap bencana.
Lalu, seperti apa profil dari emiten UNTR? Cek informasi mengenai korporasi dengan berbagai lini usaha di Indonesia.
Baca Juga: Profil Saham KEEN: Emiten yang Teken Kontrak PLTS PLN di Tengah Penurunan Laba
Profil UNTR
PT United Tractors Tbk (UNTR), bagian dari Grup Astra International (ASII), adalah salah satu perusahaan terbesar di Indonesia di sektor alat berat, pertambangan, dan konstruksi.
Didirikan pada 13 Oktober 1972 dan listing di BEI sejak 19 September 1989, UNTR mengoperasikan bisnis melalui lima pilar utama: Mesin Konstruksi (distributor alat berat seperti Komatsu, Scania, dll.), Kontraktor Penambangan (via Pamapersada Nusantara), Pertambangan (batubara dan emas), Industri Konstruksi, serta Energi.
Perusahaan memiliki lebih dari 100 titik layanan di seluruh Indonesia, dengan Astra memegang sekitar 59,5% saham dan sisanya publik.
Baca Juga: Peluang Emas Batubara: Mana Saham Paling Menjanjikan Saat Ini?
Lini Usaha UNTR
UNTR beroperasi di lima segmen bisnis utama:
- Mesin Konstruksi: Distributor dan penyewaan alat berat terbesar di Indonesia (Komatsu, UD Trucks, Scania, Bomag, Tadano), plus layanan purna jual dan suku cadang.
- Kontraktor Penambangan: Melalui PT Pamapersada Nusantara (PAMA), menyediakan jasa penambangan terbuka (overburden removal, hauling, dll.) untuk klien batubara dan mineral.
- Pertambangan: Produksi batubara (via entitas seperti Prima Multi Mineral) dan emas (via PT Agincourt Resources di Martabe). Segmen emas ini kini terdampak berat pasca pencabutan IUP PTAR.
- Industri Konstruksi: Proyek sipil dan infrastruktur.
- Energi: Pembangkit listrik dan bisnis terkait energi terbarukan/efisiensi.
Pasca kejadian ini, fokus UNTR kemungkinan bergeser lebih kuat ke mesin konstruksi dan kontraktor penambangan (yang tetap stabil), sementara segmen pertambangan emas mengalami penurunan kontribusi signifikan.
Perusahaan tetap berkomitmen pada sustainability (10 Aspirasi Berkelanjutan hingga 2030) di tengah tekanan lingkungan dan regulasi.
Baca Juga: Diborong Orang Terkaya Indonesia, Laju Penurunan Harga Saham Ini Berubah Jadi Naik
Susunan Dewan Direksi
Berdasarkan data terkini dari situs resmi dan profil IDX (belum ada perubahan signifikan pasca kejadian Januari 2026):
Direksi
| Nama | Jabatan | Terafiliasi |
|---|---|---|
| Frans Kesuma | Presiden Direktur | Ya |
| Loudy Irwanto Ellias | Direktur | Ya |
| Iwan Hadiantoro | Direktur | Ya |
| Idot Supriadi | Direktur | Ya |
| Widjaja Kartika | Direktur | Ya |
| Vilihati Surya | Direktur | Ya |
| Ari Sutrisno | Direktur | Ya |
| Hendra Hutahean | Direktur | Ya |
Baca Juga: Misteri Kenaikan CUAN Terungkap: Orang Terkaya Indonesia Lakukan Aksi Mengejutkan
Komisaris
| Nama | Jabatan | Independen |
|---|---|---|
| Djony Bunarto Tjondro | Presiden Komisaris | Tidak |
| Rudy | Wakil Presiden Komisaris | Tidak |
| Djoko Pranoto Santoso | Komisaris | Tidak |
| Benjamin Herrenden Birks | Komisaris | Tidak |
| Gita Tiffani Boer | Komisaris | Tidak |
| Paulus Bambang Widjanarko | Komisaris | Ya |
| Ignasius Jonan | Komisaris | Ya |
| Bruce Malcolm Cox | Komisaris | Ya |
Susunan lengkap direksi dan komisaris dapat dicek di laporan tahunan UNTR atau situs unitedtractors.com. Tidak ada perubahan direksi yang dilaporkan terkait pencabutan izin ini.
Baca Juga: Saham IKAN Menghijau: Cek Profil Emiten dan Kinerja Keuangan Terbarunya
Kondisi Keuangan Terkini
Mengutip data laporan BEI, informasi keuangan terbaru sebelum pencabutan (sampai 3Q/9M 2025):
- Pendapatan: Sekitar Rp 135-136 triliun (full year estimasi 2025).
- Laba Bersih: 9M 2025: Rp 11,47 triliun (turun dari Rp 15,59 triliun di periode sama 2024); Q3 2025 saja Rp ~3-4 triliun range.
- EPS (TTM terbaru): Sekitar Rp 4.244.
- Market Cap: Sekitar Rp 98 triliun (pre-anjlok), dengan saham beredar ~3,63-3,73 miliar lembar.
- Aset: Kuat, dengan kas & setara kas tinggi (misalnya >Rp 25 triliun di laporan sebelumnya).
Itulah informasi mengenai profil emiten UNTR pasca izin anak usaha dicabut.
Tonton: Bos BI Akui Gaduh Pencalonan Deputi Gubernur Pengaruhi Pelemahan Rupiah
Selanjutnya: Rekor Gol Ronaldo: 960 Telah Tercatat, Target 1.000 Makin Dekat
Menarik Dibaca: Kesempatan Terakhir Promo Chatime Serba Rp 26 Ribu & Snowy Cheese Cupbop Favorit
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News