KONTAN.CO.ID - Jakarta. Harga sejumlah saham produsen batubara di Bursa Efek Indonesia (BEI) mendaki pada Januari 2026 ini. Di tengah tren kenaikan tersebut, apakah investor bisa ambil untung dari saham batubara?
Salah satu saham yang tren naik adalah PT Bukit Asam Tbk (PTBA), meningkat 6,93% sejak awal tahun 2026 atau year to date (ytd) ke level Rp 2.470 per saham hingga Selasa (20/1).
Saham-saham emiten Grup Alamtri juga menguat, seperti PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang melonjak 23,76% ytd ke level Rp 2.240 per saham.
Baca Juga: Diborong Orang Terkaya Indonesia, Laju Penurunan Harga Saham Ini Berubah Jadi Naik
Kemudian saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang terbang 32,05% ytd ke level Rp 2.060 per saham, dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang naik 7,53% ytd ke level Rp 7.500 per saham.
"Sentimen ini memicu optimisme investor meski permintaan ekspor tetap lemah, sehingga saham mencatatkan reli year to date," ujar dia, Selasa (20/1).
Kondisi ini mendorong investor untuk melakukan akumulasi selektif pada saham batubara yang sebelumnya sempat tertekan cukup dalam. "Hal ini mendorong kenaikan harga saham meski pemulihan harga batubara global belum sepenuhnya terjadi," tutur dia, Selasa (20/1/2026).
Meski penurunan produksi batubara nasional diharapkan dapat menstabilkan harga, pasar global masih dilanda oversupply seiring permintaan dari China dan India yang belum sepenuhnya pulih sehingga risiko penurunan ekspor masih bisa terjadi.
Dari situ, emiten batubara yang mampu mengoptimalkan efisiensi produksi, memiliki cadangan batubara berkualitas kompetitif, serta kemampuan diversifikasi pasar domestik dan kontrak bayar tetap (off-take) kemungkinan besar akan lebih unggul kinerjanya pada 2026.
Sementara menurut Hendra, emiten batubara yang mulai melakukan transformasi bisnis ke sektor energi terbarukan, hilirisasi, atau mineral strategis dinilai memiliki ketahanan jangka menengah yang lebih kuat.
Tonton: Timothy Ronald Kembali Dilaporkan ke Polisi, Korban Rugi Rp 1 Miliar
Rekomendasi saham batubara
Hendra pun merekomendasikan speculative buy saham ADRO dan AADI dengan target harga Rp 2.400 per saham dan Rp 8.000 per saham. Saham INDY dan ITMG turut direkomendasikan trading buy dengan target harga masing-masing di level Rp 4.000 per saham dan Rp 23.000 per saham.
Di lain pihak, Abida menyebut saham batubara tetap menarik secara spekulatif jika kebijakan produksi memang dapat mengerek harga komoditas, namun risiko permintaan global yang stagnan menuntut investor harus lebih selektif.
Saham-saham seperti ADRO, AADI, ITMG, dan PTBA dapat dipertimbangkan oleh investor dengan target harga masing-masing di level Rp 2.630 per saham, Rp 9.850 per saham, Rp 27.300 per saham, dan Rp 3.100 per saham.
Selanjutnya: Bursa Saham Asia Rontok! Ancaman Tarif Trump Picu Aksi Jual di Pagi Ini (21/1)
Menarik Dibaca: Ponsel Samsung Anda Punya Perekam Layar Canggih, Manfaatkan Segera
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
- Analisis Saham
- Pasar Modal
- Bursa Efek Indonesia
- PTBA
- ADRO
- energi terbarukan
- ITMG
- saham batubara
- rekomendasi saham
- strategi investasi
- INDY
- ADMR
- Diversifikasi Bisnis
- Oversupply Batubara
- Investasi Batubara
- Permintaan Ekspor
- AADI
- Target Harga Saham
- Google Discover
- Januari 2026
- harga saham batubara
- E-E-A-T