Profil Saham KEEN: Emiten yang Teken Kontrak PLTS PLN di Tengah Penurunan Laba

Rabu, 21 Januari 2026 | 10:53 WIB
Profil Saham KEEN: Emiten yang Teken Kontrak PLTS PLN di Tengah Penurunan Laba

ILUSTRASI. PLTA PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) (Dok/KEEN)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten KEEN yang kantongi kontrak proyek PLTS PLN. PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) merupakan emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang fokus pada sektor energi terbarukan.

Perusahaan ini tercatat di BEI sejak 2019 dengan kode saham KEEN dan termasuk dalam indeks IDX Renewable Energy. 

Berbasis di Jakarta, KEEN memainkan peran penting dalam transisi energi hijau Indonesia melalui pengembangan pembangkit listrik berbasis hidro, biomassa, dan kini surya.

Saat ini harga saham KEEN menyentuh angka Rp1.215 dengan pergerakan memerah rentang 5% pada hari ini Rabu (21/1).

Baca Juga: Peluang Emas Batubara: Mana Saham Paling Menjanjikan Saat Ini?

Berikut ini profil perusahaan, bidang usaha, struktur direksi, hingga kinerja keuangan kuartal III (Q3) 2025.

Profil Perusahaan

PT Kencana Energi Lestari Tbk didirikan pada 2008 dan menjadi perusahaan terbuka pada 2019 melalui IPO dengan menawarkan 600 juta saham.

Kantor pusat berada di Menara Kencana Lt. 11, Jl. Raya Meruya Ilir No. 88, Jakarta Barat. KEEN memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp1,5–2 triliun (per akhir 2025) dan sahamnya tergolong volatil, dipengaruhi fluktuasi harga energi dan kebijakan pemerintah soal EBT (Energi Baru Terbarukan).

Pemegang saham utama termasuk keluarga Maknawi (seperti Henry Maknawi >5% dan Jeanny Maknawi Joe 5%), serta investor institusi seperti PT Sumatera Energi Lestari.

Perusahaan ini menargetkan ekspansi kapasitas terpasang hingga 100 MW pada 2026, sejalan dengan target nasional 23% EBT dalam bauran energi.

Baca Juga: Saham ASHA Melonjak Awal Pekan, Cek Profil Emiten Perikanan dan Kinerjanya

Bidang Usaha

KEEN bergerak di sektor utilitas listrik dengan fokus energi terbarukan. Bisnis utamanya meliputi pengembangan, pembangunan, dan operasi pembangkit listrik independen (IPP) yang menjual tenaga listrik ke PT PLN (Persero) melalui Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) jangka panjang (20–25 tahun).

Saat ini, perusahaan mengoperasikan enam pembangkit dengan total kapasitas 65 MW:

  • PLTA Pakkat (18 MW, Sumatera Utara) via PT Energy Sakti Sentosa.
  • PLTA Air Putih (21 MW, Bengkulu) via PT Bangun Tirta Lestari.
  • PLTM Ma’dong (10 MW, Toraja Utara, Sulawesi Selatan) via PT Nagata Dinamika Hidro Madong.
  • PLTBm Tempilang (5 MW, biomassa, Bangka Belitung) via PT Biomassa Energi Jaya.

Proyek masa depan meliputi PLTMH Ordi Hulu (Sumatera Utara) dan diversifikasi ke surya melalui PLTS Tempilang (Bangka Barat). KEEN juga mengembangkan PLTA Kalaena (75 MW) dan PLTA Salu Uro (90 MW) di Sulawesi Selatan, serta PLTA Pakkat 2 di Sumatera Utara. 

Pendapatan utama berasal dari penjualan listrik ke PLN, dengan target pendapatan US$34,96 juta untuk 2025. 

Baca Juga: Saham IKAN Menghijau: Cek Profil Emiten dan Kinerja Keuangan Terbarunya

Struktur Direksi dan Komisaris

Manajemen KEEN dipimpin oleh tim berpengalaman di sektor energi. Berdasarkan data terkini: 

Dewan Komisaris:

  • Albert Maknawi: Komisaris Utama – Pendiri dan tokoh senior di bisnis energi.
  • Jeanny Maknawi Joe: Komisaris.
  • Sim Idrus Munandar: Komisaris Independen.
  • Freenyan Liwang: Komisaris Independen.
  • Yamaguchi Masahiro: Komisaris.

Direksi:

  • Wilson Maknawi: Direktur Utama. 
  • Giat Widjaja: Direktur Keuangan. 
  • Takasawa Kazunori: Direktur.

Struktur ini memastikan keseimbangan antara kepemilikan keluarga dan independensi, dengan fokus pada tata kelola baik.

Baca Juga: Bocoran BEI, Satu Perusahan Konglomerasi akan IPO Saham Awal 2026

Kinerja Keuangan Q3 2025

Melansir data BEI, periode 9 bulan (9M) 2025 yang berakhir 30 September 2025, KEEN mencatat penurunan kinerja dibandingkan tahun sebelumnya, dipengaruhi faktor musiman dan biaya operasional. Data dalam USD (mata uang pelaporan utama): 

  • Pendapatan: US$25,857,691 (turun 16,4% dari US$30,939,458 di 9M 2024).
  • Laba Bruto: US$21,171,445 (turun 10% dari US$23,547,388).
  • Laba Usaha: US$18,995,366 (turun 7,3% dari US$20,490,016).
  • Laba Bersih: US$11,597,588 (turun 20,8% dari US$14,633,497, setara Rp165,8 miliar). 
  • Aset Total: US$358,955,246 (naik dari US$353,576,575 per Desember 2024), dengan aset lancar US$38,561,406.
  • Liabilitas: Tidak rinci lengkap, tapi beban bunga US$4,642,150 dan rugi kurs US$498,463 membebani laba.

Demikian informasi mengenai profil emiten KEEN yang kantongi kontrak proyek PLTS PLN.

Tonton: Ekonom Ungkap Proyek PLTSa Harusnya Tidak Dilaksanakan Danantara, Ini Alasannya

Selanjutnya: 21 Januari Memperingati Hari Peluk Nasional, Ketahui Sejarah, Makna, dan Manfaatnya

Menarik Dibaca: Waspada Tingkat Tinggi! Hujan dan Cuaca Ekstrem di Provinsi Ini Jelang Akhir Januari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru