Harga Saham Blue Chip Ini Anjlok 14% Sehari, Saatnya Beli / Jual?

Kamis, 22 Januari 2026 | 04:20 WIB
Harga Saham Blue Chip Ini Anjlok 14% Sehari, Saatnya Beli / Jual?

ILUSTRASI. Harga Saham Blue Chip Ini Anjlok 14% Sehari, Saatnya Beli / Jual?


Reporter: Muhammad Alief Andri  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga saham blue chip PT United Tractors Tbk (UNTR) anjlok tajam pada perdagangan Rabu 21 Januari 2026. Apakah penurunan ini menjadi waktu yang tepat untuk mulai masuk ke saham UNTR?

Harga saham UNTR pada perdagangan Rabu (21/1) ditutup di level 27.200 turun 4.775 poin atau 14,93% dibandingkan sehari sebelumnya. Ini pertama kali sejak November 2025, harga saham UNTR di level 27.000-an.

Pelemahan saham UNTR menyusul kabar pencabutan izin operasional PT Agincourt Resources, pengelola tambang emas Martabe. 

Baca Juga: Profil Saham KEEN: Emiten yang Teken Kontrak PLTS PLN di Tengah Penurunan Laba

Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand menilai, reaksi pasar terhadap kabar tersebut sangat negatif. Saham UNTR tercatat anjlok sekitar 14%-15% setelah pengumuman pencabutan izin, mencerminkan kekhawatiran investor atas potensi hilangnya salah satu aset strategis penopang laba perseroan.

Dari sisi fundamental, Abida menyebut pencabutan izin operasional Agincourt berpotensi memberikan tekanan signifikan terhadap kinerja keuangan UNTR. Tambang emas Martabe selama ini memberikan kontribusi pendapatan yang material, dengan nilai lebih dari Rp10 triliun pada kuartal III 2025.

“Jika pencabutan izin ini berdampak pada penghentian operasional, laba bersih UNTR pada 2026 berpotensi tergerus sekitar 27% hingga 39%, mengingat besarnya kontribusi laba dari unit emas,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (21/1/2026).

Tonton: Thomas Djiwandono Mundur dari Partai Gerindra Usai Dicalonkan Jadi Calon Bos BI

Meski demikian, Abida menilai UNTR masih memiliki penopang dari lini bisnis lain. Diversifikasi usaha di segmen alat berat, kontraktor pertambangan batu bara, serta jasa pertambangan dinilai masih menjadi tulang punggung aktivitas inti perusahaan. Namun, prospek jangka menengah UNTR kini menghadapi tantangan lebih besar akibat terganggunya unit emas strategis tersebut.

Ke depan, arah prospek UNTR akan sangat bergantung pada kemampuan manajemen dalam memperoleh kepastian regulasi, melakukan mitigasi dampak operasional, serta mengoptimalkan sumber pendapatan non-emas agar kinerja tetap terjaga.

Terkait saham UNTR, Abida bersikap hati-hati di tengah tingginya ketidakpastian. Meski sentimen jangka pendek masih negatif, peluang pemulihan tetap terbuka dalam perspektif jangka menengah hingga panjang, seiring dengan asumsi stabilisasi fundamental dan pemulihan sentimen pasar.

Dengan mempertimbangkan risiko yang ada, Abida memproyeksikan target harga saham UNTR di level Rp 32.000 per saham, dengan catatan volatilitas harga masih berpotensi tinggi dalam waktu dekat.

 

 

Isu Tukar Posisi Juda Agung–Thomas Djiwandono Menguat di BI

Selanjutnya: Blue Bird (BIRD) Membidik Pelanggan Generasi Muda

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru