Pendapatan Voksel Electric (VOKS) turun 31% pada tahun lalu

Rabu, 21 April 2021 | 16:20 WIB   Reporter: Akhmad Suryahadi
Pendapatan Voksel Electric (VOKS) turun 31% pada tahun lalu

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Voksel Electric Tbk (VOKS) mengalami penurunan sepanjang 2020. Emiten kabel ini kompak mengalami penyusutan pendapatan dan laba bersih.

Mengutip laporan keuangan yang dipublikasikan Rabu (21/4), VOKS membukukan laba bersih senilai Rp 2,78 miliar. Realisasi ini menyusut 98% dari torehan laba bersih tahun 2019 yang mencapai Rp 208,25 miliar.

Akibatnya, jumlah laba bersih per saham dasar VOKS menyusut, dari semula Rp 50,11 per saham menjadi Rp 0,67 per saham.

Baca Juga: Urban Jakarta Propertindo (URBN) menilai pengembangan TOD semakin prospektif

Anjloknya laba bersih ini tidak terlepas dari turunnya angka pendapatan. VOKS membukukan pendapatan bersih senilai Rp 1,83 triliun, menurun 31,2% dari pendapatan tahun 2019 yang mencapai Rp 2,66 triliun.

Secara segmentasi, pendapatan VOKS masih didominasi oleh Penjualan lokal, yakni mencapai Rp 1,82 triliun atau menurun 30,92% secara year-on-year (YoY). Penjualan ekspor hanya sebesar Rp 8,89 miliar atau menurun 67,5% YoY.

VOKS berhasil menekan sejumlah bebannya pada tahun lalu. Beban pokok pendapatan menurun 29,8% dari semula Rp 2,1 triliun menjadi Rp 1,47 triliun. Beban umum dan administrasi juga menurun 2,22% menjadi Rp 127,10 miliar. Voksel juga mencatatkan penurunan Beban penjualan sebesar 15,10% menjadi Rp 87,13 miliar.

Baca Juga: Kinerja kuartal I melesat, begini rekomendasi saham Itama Ranoraya (IRRA)

Namun, VOKS membukukan Kerugian selisih kurs – bersih senilai Rp 6,7 miliar dari sebelumnya membukukan keuntungan selisih kurs senilai Rp 10,23 miliar. VOKS juga membukukan beban lain-lain (bersih) senilai Rp 7,8 miliar.

Per 31 Desember 2020, jumlah aset VOKS sebesar Rp 2,91 triliun, yang terdiri atas liabilitas senilai Rp 1,80 triliun dan ekuitas senilai Rp 1,11 triliun.

Selanjutnya: Pendapatan turun, laba bersih Astra Otoparts (AUTO) malah naik 42% di kuartal I-2021

 

Editor: Tendi Mahadi
Terbaru