Perdagangan Saham Dibuka Hari Ini (25/3) Usai Libur Lebaran, Ini Saran untuk Investor

Rabu, 25 Maret 2026 | 04:40 WIB
Perdagangan Saham Dibuka Hari Ini (25/3) Usai Libur Lebaran, Ini Saran untuk Investor

ILUSTRASI. Perdagangan Saham Dibuka Hari Ini (25/3) Usai Libur Lebaran, Ini Saran untuk Investor


Reporter: Yuliana Hema  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali dibuka hari ini, Rabu 25 Maret 2026 setelah libur panjang untuk perayaan Hari Suci Nyepi dan Idulfitri 1447 H. Sebelum kembali melakukan transaksi saham, investor perlu menyimak saran analis berikut ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami tekanan setelah libur panjang. Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang kembali memanas.

Sebagai catatan, IHSG ditutup menguat 1,2% atau naik 84,55 poin ke level 7.106,83 pada Selasa (17/3). Meski demikian, secara year to date (ytd) 2026, IHSG masih mencatatkan pelemahan signifikan sebesar 17,81%.

Pengamat pasar modal sekaligus Co-Founder Pasardana, Hans Kwee, mengungkapkan bahwa pasar keuangan global saat ini berada dalam kondisi volatil tinggi akibat ketidakpastian perang.

Pasca-Lebaran, IHSG juga diproyeksikan masih akan bergerak fluktuatif, seiring dengan perkembangan dinamika global yang terus berubah.

Baca Juga: Kapan Bursa Saham Buka Pasca Libur Lebaran 2026? Cek Penjelasan BEI

Dari sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump secara mengejutkan menunda rencana serangan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari pada 23 Maret 2025. Keputusan ini diumumkan hanya beberapa jam sebelum batas ultimatum sebelumnya berakhir.

Di sisi lain, Iran sempat menyatakan akan menutup Selat Hormuz secara penuh. Bahkan, Teheran juga mengancam akan menyerang fasilitas energi di Israel serta negara-negara Teluk.

Hans menjelaskan bahwa kawasan Uni Eropa dan Asia menjadi pihak yang paling terdampak akibat ketergantungan impor energi melalui Selat Hormuz. Hal ini berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang terhadap pasokan minyak dan gas global.

Untuk perdagangan Selasa (24/3), IHSG diperkirakan dibuka dengan tekanan jual. Namun, adanya sentimen penundaan konflik memberikan peluang pemulihan terbatas pada pasar keuangan.

Tonton: Trump Klaim Ada Deal, Iran Langsung Bantah Keras! Ada Apa?

Secara teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak dalam rentang terbatas dengan level support di 7.100 hingga 7.000. Sementara itu, resistance berada di kisaran 7.250 sampai 7.349.

Hans juga menilai bahwa narasi yang dibangun oleh Trump membuka peluang meredanya konflik. Oleh karena itu, strategi buy on weakness dinilai masih relevan, mengingat tekanan penurunan mulai terbatas.

Investor disarankan tetap mencermati perkembangan geopolitik serta pergerakan harga energi global yang akan menjadi katalis utama pergerakan IHSG dalam jangka pendek.
 

BNI Tutup Internet Banking! Nasabah Wajib Pindah Mulai April 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru