Wall Street Sumringah: Dow, S&P 500 dan Nasdaq Ditutup Menguat Tajam

Kamis, 29 September 2022 | 08:00 WIB Sumber: Reuters
Wall Street Sumringah: Dow, S&P 500 dan Nasdaq Ditutup Menguat Tajam

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street kembali sumringah seteah tiga indeks utama ditutup menguat tajam. Bahkan, indeks S&P 500 mencetak kenaikan satu hari terbesar sejak 10 Agustus 2022.

Rabu (28/9), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 1,88% ke 29.683,74, indeks S&P 500 naik 1,97% menjadi 3.719,04 dan indeks Nasdaq Composite melonjak 2,05% ke 11.051,64.

Dengan hasil ini, S&P 500 mencatat kenaikan pertamanya dalam tujuh sesi setelah ditutup di level terendah sejak akhir 2020 pada Selasa (27/9). Itu juga menjadi kenaikan satu hari terbesar bagi indeks S&P 500 sejak 10 Agustus 2022.

Semua dari 11 sektoral dalam indeks S&P 500 naik, dipimpin oleh lonjakan 4,4% di sektor energi dan penguatan 3,2% dalam sektor layanan komunikasi.

Baca Juga: Wall Street Menguat Saat Yield US Treasury Turun Tipis

Pada sesi kali ini, saham megacaps yang sensitif terhadap suku bunga, seperti saham Microsoft, Amazon dan Meta Platforms menguat karena imbal hasil obligasi US Treasury tenor 10-tahun turun lebih dari 0,26 poin persentase dalam penurunan satu hari terbesar sejak 2009.

Mendorong imbal hasil lebih rendah pada pasar obligasi yang jatuh tempo enam bulan dan lebih lama, Bank of England mengatakan akan membeli obligasi Inggris jangka panjang dalam sebuah langkah yang bertujuan untuk memulihkan stabilitas keuangan di pasar yang diguncang secara global oleh kebijakan fiskal pemerintah baru di London.

"Imbal hasil pada Treasury tenor 2 tahun telah naik terus-menerus selama beberapa minggu terakhir, dan untuk pertama kalinya kami melihatnya turun selama 2 hari berturut-turut, dan itu membuat ekuitas beristirahat," kata Art Hogan, Chief Market Strategist B. Riley Wealth.

Investor telah mendengarkan dengan tajam komentar dari pejabat Federal Reserve (The Fed) tentang jalur kebijakan moneter. Di mana, Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic pada hari Rabu mendukung kenaikan suku bunga 75 basis poin lainnya pada bulan November.

The Fed kemungkinan akan mendapatkan biaya pinjaman ke tempat yang mereka butuhkan pada awal tahun depan, kata Presiden The Fed Bank of Chicago Charles Evans.

Bursa saham AS telah terpukul pada tahun 2022 oleh kekhawatiran bahwa dorongan agresif oleh The Fed untuk menaikkan biaya pinjaman dapat membuat ekonomi mengalami penurunan.

Baca Juga: Apple Membatalkan Rencana Kenaikan Produksi untuk iPhone 14, Ini Penyebabnya

Pada sesi kali ini, saham Apple Inc turun 1,3% setelah Bloomberg melaporkan perusahaan membatalkan rencana untuk meningkatkan produksi iPhone baru tahun ini karena lonjakan permintaan yang diantisipasi gagal terwujud.

Tetapi, saham Apple relatif lebih tahan dalam aksi jual pasar saham di tahun 2022. Saham Apple turun sekitar 15% sepanjang tahun ini, dibandingkan koreksi 22% pada indeks S&P 500.

Sementara itu, saham Biogen Inc melonjak 40% setelah mengatakan obat Alzheimer eksperimentalnya, yang dikembangkan bersama mitra Jepang Eisai Co, berhasil memperlambat penurunan kognitif.

Saham Eli Lilly & Co, yang juga mengembangkan obat Alzheimer, melonjak 7,5%, dan merupakan salah satu pendorong terbesar indeks S&P 500.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru