KONTAN.CO.ID - Jakarta. Kabar gembira untuk para pemburu dividen saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mengumumkan pembagian dividen tunai dengan yield yang menarik, mendekati 13%.
Manajemen LPPF menetapkan total dividen tunai sebesar Rp 556.819.820.000 atau Rp 556,81 miliar untuk tahun buku 2025.
Keputusan ini telah disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 15 April 2026.
Setiap pemegang saham akan menerima:
- Dividen per saham: Rp 250 per saham
Baca Juga: Sudah Naik 33%, Pembali Saham MEJA Pekan Ini Harus Waspada
Dengan harga saham terakhir, nilai ini memberikan potensi imbal hasil (dividend yield) yang tergolong tinggi di pasar.
Yield Dividen Tembus 12,9%
Pada penutupan perdagangan Kamis (16/4/2026), harga saham LPPF berada di level Rp 1.925 per saham, turun tipis 0,77% dibandingkan hari sebelumnya.
Namun secara year-to-date (ytd), saham LPPF masih mencatat kenaikan sekitar 9,69%.
Dengan harga tersebut, yield dividen LPPF mencapai sekitar:
- Dividend yield: 12,9%
Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan bunga deposito rupiah yang hanya berkisar 2%–3%, menjadikannya salah satu daya tarik utama bagi investor income.
Tonton: Lapangan Kerja Susut Tekan Kelas Menengah, Ini Langkah Pemerintah
Jadwal Pembagian Dividen LPPF 2026
Berikut jadwal lengkap pembagian dividen tunai LPPF:
- Cum Dividen Reguler & Negosiasi: 23 April 2026
- Ex Dividen Reguler & Negosiasi: 24 April 2026
- Cum Dividen Pasar Tunai: 27 April 2026
- Ex Dividen Pasar Tunai: 28 April 2026
- Recording Date: 27 April 2026
- Pembayaran Dividen: 4 Mei 2026
Kinerja Keuangan 2025 Jadi Dasar Dividen
Pembagian dividen ini didukung oleh kinerja keuangan LPPF sepanjang 2025, dengan rincian:
- Laba bersih: Rp 725,37 miliar
- Saldo laba ditahan: Rp 3,84 triliun
- Total ekuitas: Rp 272,90 miliar
Meski demikian, kinerja LPPF tercatat mengalami tekanan.
Tonton: Andri Pratiwa Ditunjuk Jadi Presdir Shell Indonesia, Efektif Menjabat 1 Mei 2026
Sepanjang 2025:
- Pendapatan turun 9,6% yoy menjadi Rp 5,78 triliun
- Laba bersih turun 12,4% yoy menjadi Rp 725,4 miliar
Penurunan ini mencerminkan tantangan di sektor ritel fesyen yang masih menghadapi perubahan perilaku konsumen.
Kesimpulan: Dividen Tinggi, Tapi Perlu Cermati Risiko
Yield dividen LPPF yang mencapai 12,9% memang sangat menarik, terutama bagi investor yang mengejar pendapatan pasif.
Namun, investor tetap perlu mencermati tren penurunan kinerja keuangan perseroan, karena hal ini dapat memengaruhi keberlanjutan dividen di masa depan.
Strategi terbaik adalah mengombinasikan analisis yield dengan fundamental perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News