KONTAN.CO.ID - Jakarta. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) diserbu investor menjelang cum date dividen. Hal ini terlihat dari kenaikan harga saham BBCA yang signifikan pada hari pertama perdagangan usai libur panjang perayaan Lebaran 2026. Meski harga naik, yield dividen saham BBCA tetap tinggi dibandingkan suku bunga deposito di Bank BCA.
Sesuai pengumuman resmi KSEI, cum date dividen BBCA di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada Jumat, 27 Maret 2026. Pada perdagangan Rabu 25 Maret 2026 harga saham BBCA ditutup di level 6.900 naik 125 poin atau 1,85% dibandingkan sehari sebelumnya.
BBCA akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 281 per saham, dengan jadwal pembayaran pada 8 April 2026.
Dengan harga saham BBCA pada akhir perdagangan kemarin, potensi dividend yield mencapai sekitar 4%.
Dividen yield saham BBCA ini lebih besar dibandingkan suku bunga deposito rupiah di Bank BCA yang hanya 2%-3%.
Di sisi lain, investor tetap perlu mempertimbangkan pergerakan harga saham. Sepanjang tahun berjalan 2026, saham BBCA telah terkoreksi sekitar 14% dari posisi akhir tahun lalu di Rp 8.075 per saham.
Baca Juga: Perdagangan Saham Dibuka Hari Ini (25/3) Usai Libur Lebaran, Ini Saran untuk Investor
Jadwal Lengkap Dividen BBCA 2026
Berikut jadwal lengkap pembayaran dividen saham BBCA tahun 2026:
- Cum Dividen (Reguler & Negosiasi): 27 Maret 2026
- Ex Dividen (Reguler & Negosiasi): 30 Maret 2026
- Cum Dividen (Pasar Tunai): 31 Maret 2026
- Ex Dividen (Pasar Tunai): 1 April 2026
- Recording Date: 31 Maret 2026
- Tanggal Pembayaran: 8 April 2026
Tonton: PalmCo Gaspol Hilirisasi, Produk Turunan Jadi Andalan
Saham BBCA Diborong Direktur
Sebelumnya, salah satu direksi Bank BCA, Lianawaty Suwono, terpantau menambah kepemilikan saham blue chip tersebut.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (17/3/2026), Lianawaty membeli 300.000 unit saham BBCA di harga transaksi Rp 6.750 per saham. Asal tahu saja, sejak awal tahun (year-to-date/ytd), posisi harga itu mencerminkan koreksi 15,88%.
Dus, total dana yang digelontorkan Lianawaty untuk membeli saham BBCA dalam transaksi ini mencapai Rp 2,02 miliar.
Lianawaty melaporkan, tujuan pembelian ini adalah investasi, dilakukan pada 16 Maret 2026.
Berdasarkan informasi ini, diketahui jumlah kepemilikan Lianawaty di saham BBCA bertambah dari 3,14 juta unit saham menjadi 3,44 juta uni saham setelah transaksi, setara dengan hak suara sebesar 0,002%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News