KONTAN.CO.ID - Jakarta. Semakin banyak dividen saham bernilai jumbo di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada April 2026. Terbaru, emiten keramik PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) siap memberikan rejeki nomplok kepada investornya berupa dividen jumbo.
ARNA mengantongi persetujuan pemegang saham untuk membagi dividen sebesar Rp 330,36 miliar pada tahun buku 2025. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) ARNA yang digelar di Cikande, Banten, Rabu (8/4/2026).
Rudy Suyanto, Chief Financial Officer Arwana Citramulia mengatakan dividen ini setara Rp 45 per saham. “Dewan Direksi Arwana sudah mengajukan ke RUPST, untuk pembayaran dividen dari laba tahun 2025 yang akan dibayarkan dalam waktu 30 hari dari keputusan hari ini,” jelasnya dalam paparan publik di Cikande, Banten, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga: Sentimen Geopolitik hingga Kebijakan Moneter Jadi Penentu, Ini Prospek Rupiah 2026
Seiring pembagian tersebut, maka dividend payout ratio (DPR) ARNA sebesar 82,5% dari laba bersih tahun buku 2025, dengan dividen yield sekitar 8,6%. “Serta, dividen yield sekitar 8,6%. Jadi cukup tinggi di atas 8% dengan payout ratio mencapai di atas 82%,” kata Rudy.
Rudy menambahkan, usulan dari perseroan ini dapat memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham Arwana Citramulia.
Pada perdagangan Rabu 8 April 2026, harga saham ARNA ditutup dilevel 530, naik 10 poin atau 1,92% dibandingkan sehari sebelumnya. Dengan harga tersebut, investor yang memiliki 1 lot saham ARNA cukup mengeluarkan dana investasi Rp 53.000.
Dengan dana itu, investor bisa mendapatkan dividen senilai Rp 4.500. Yield dividen sebesar 8,6% ini mencapai sekitar 3-4 kali lipat dibandingkan bunga deposito bank umum yang hanya 2%-3% per tahun.
Tonton: Copot Trump Sekarang! Pernyataan Kontroversial Picu Kemarahan Anggota Kongres AS
Asal tahu saja, berdasarkan laporan keuangannya, sepanjang 2025 pendapatan bersih emiten produsen keramik ini naik dobel digit 10,71% secara tahunan (year-on-year/yoy) ke Rp 2,91 triliun, dari Rp 2,63 triliun pada 2024.
Meskipun, laba bersih perseroan terpantau terkoreksi 6% yoy menjadi Rp 400,48 miliar dibanding tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 425,97 miliar.
Kendati begitu, keputusan pembagian dividen dalam RUPST hari ini menjadi kabar baik yang mencerminkan kemampuan ARNA menjaga kinerja keuangan di tengah penurunan laba bersih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News